Iklan

terkini

Belajar dari Kandang, Mahasiswa Peternakan Almuslim Magang di Peternakan Kambing Cinta Alam

Redaksi
Selasa, Januari 20, 2026, 13:52 WIB Last Updated 2026-01-20T06:55:07Z
Dua mahasiswa Universitas Almuslim (tengah) diapit oleh Ketua Program Studi Peternakan, Koji Al Adam, S.Pt., M.Si. (kiri) dan Syukri pemilik peternakan Cinta Alam (kanan). (Foto/Ist)

Laporan Hamdani dari Bireuen
Bireuen

Di sebuah peternakan kambing yang asri bernama Cinta Alam, suara embikan kambing berpadu dengan semangat belajar dua mahasiswa Fakultas Pertanian Universitas Almuslim (Umuslim). 

Mereka adalah Rahmatusabri dan Akmal, mahasiswa Jurusan Peternakan yang akan menjalani program magang selama satu bulan di peternakan binaan Syukri tersebut.

Kehadiran dua mahasiswa ini bukan sekadar rutinitas akademik. Mereka diantar langsung oleh Dekan Fakultas Pertanian Universitas Almuslim, Dr. Elfina, SP., M.Si, didampingi Ketua Program Studi Peternakan, Koji Al Adam, S.Pt., M.Si. 

Prosesi sederhana itu menandai dimulainya proses belajar yang lebih dekat dengan realitas lapangan, belajar dari kandang, bukan hanya dari ruang kuliah.

Saat ditanya mengenai tujuan magang, salah seorang mahasiswa dengan lugas menjawab, “Untuk mendapatkan pengalaman baru yang berbeda dengan di kampus.” Jawaban singkat itu mencerminkan kegelisahan sekaligus harapan mahasiswa yang ingin melihat langsung bagaimana ilmu peternakan diterapkan secara nyata.

Namun, di balik jawaban sederhana tersebut, tersimpan harapan yang lebih besar. Ketua Prodi Peternakan, Koji Al Adam, menjelaskan bahwa program magang ini dirancang untuk menjembatani kesenjangan antara teori dan praktik. 

“Mahasiswa diharapkan mampu meningkatkan pengetahuan, keterampilan praktis, serta wawasan lapangan. Mereka akan dilatih berpikir kritis melihat perbedaan dunia kampus dan dunia usaha peternakan,” ujarnya, Selasa, 20 Januari 2026.

Selama magang, Rahmatusabri dan Akmal akan terlibat langsung dalam berbagai aspek teknis peternakan kambing, mulai dari manajemen pakan, sistem perkandangan, kesehatan ternak, hingga reproduksi. Tak hanya itu, mereka juga dibekali soft skill seperti kerja tim, jiwa wirausaha, dan manajemen usaha peternakan, bekal penting untuk menatap masa depan, baik sebagai tenaga profesional maupun wirausahawan di bidang kambing potong dan kambing perah.

Peternakan Kambing Cinta Alam sendiri  yang dikelola oleh Syukri dikenal sebagai unit usaha yang konsisten membina peternakan berbasis praktik berkelanjutan. Bagi mahasiswa, tempat ini menjadi “laboratorium hidup” yang mempertemukan idealisme akademik dengan tantangan nyata di lapangan.

Program magang ini menjadi bukti bahwa pendidikan tinggi tidak berhenti pada teori. Dari kandang sederhana di Bireuen, lahir harapan agar mahasiswa peternakan mampu tumbuh menjadi insan profesional yang siap membangun sektor peternakan lokal, berdaya saing, dan berkelanjutan. []
Komentar
Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE. #JernihBerkomentar
  • Belajar dari Kandang, Mahasiswa Peternakan Almuslim Magang di Peternakan Kambing Cinta Alam

Terkini

Topik Populer

Iklan