Rumah warga Cot Bada Baroh, Kecamatan Peusangan yang terbakar. (Foto/Ist)
Laporan: Hamdani
Pagi yang seharusnya berjalan tenang di Gampong Cot Bada Baroh, Kecamatan Peusangan, Kabupaten Bireuen, berubah menjadi kepanikan. Tepat pada Jumat, 23 Januari 2026, sekitar pukul 10.15 WIB, kobaran api melalap dua unit rumah warga, meninggalkan duka dan trauma mendalam bagi para penghuninya.
Asap hitam membumbung tinggi, disertai teriakan warga yang berusaha menyelamatkan diri dan barang berharga seadanya. Api dengan cepat menjalar, diduga kuat akibat konsleting listrik pada bagian kamar depan rumah milik Makawiah (65), seorang warga lanjut usia yang telah lama menetap di gampong tersebut.
Makawiah tinggal bersama lima anggota keluarga. Saat kejadian, rumah sederhana itu dihuni oleh Makawiah sendiri, keponakannya Hayatul Fitri yang menggendong bayi berusia tujuh bulan bernama Hanna Fariha, Zulfahmi (keponakan), serta Saudah Ilyas, ipar Makawiah.
Beruntung, seluruh penghuni rumah berhasil menyelamatkan diri, meski hanya dengan pakaian yang melekat di badan.
Api kemudian merembet ke rumah tetangga di sekitarnya, milik Asmaul Husna (30), seorang ibu rumah tangga yang juga tinggal di gampong yang sama. Rumah tersebut dihuni oleh empat orang, yakni Asmaul Husna bersama tiga anaknya: Alula Nafisa Zahira (9 tahun), Zafran Arayan (3 tahun), dan Arisya Naira yang baru berusia 15 bulan. Kepanikan tak terelakkan, terutama saat warga berupaya mengamankan anak-anak dari jilatan api yang semakin membesar.
Warga sekitar bahu-membahu membantu proses pemadaman sembari menunggu bantuan. Suara sirene dan hiruk-pikuk pagi itu menjadi saksi betapa rapuhnya ketenangan, ketika api datang tanpa permisi.
Meski tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini, kerugian materi diperkirakan cukup besar. Dua keluarga kini harus memulai kembali dari puing-puing sisa kebakaran, mengandalkan uluran tangan dan solidaritas sesama.
Peristiwa ini menjadi pengingat bagi masyarakat akan pentingnya kewaspadaan terhadap instalasi listrik di rumah, terutama pada bangunan yang telah lama berdiri. Di balik abu dan arang yang tersisa, harapan masih ada, bahwa kepedulian dan kebersamaan akan membantu para korban bangkit kembali. []


