Iklan

terkini

Menjual Aceh di Makkah Halal Forum

Redaksi
Jumat, Januari 26, 2024, 06:51 WIB Last Updated 2024-01-25T23:51:53Z
Oleh: Dr. Hilmy Bakar Almascaty*)

Makkah Al-Mukarramah, 
Pemerintah Saudi Arabia telah menyelenggarakan event internasional bergengsi tahunan bernama Makkah Halal Forum sejak 23 sampai 25 Januari 2024, yang bertempat di Pusat Perdagangan Internasional Mekkah al-Mukarramah.

Hampir semua negara Islam mengirimkan utusannya dalam kegiatan bergengsi yang bertemakan "halal" ini. Sementara stand Indonesia berdampingan megah dengan stand Turky dan Azerbayzan. Namun stand Indonesia adalah yang terbesar dan termegah, karena disamping memiliki stand utama, kontingen Indinesia memiliki 10 stand pameran tambahan yang tidak dimiliki Turki, Malaysia dan lainnya.

Kebanggaan sebagai negara terbesar muslim dunia patut diapreasiasi kepada utusan Indonesia yang luar biasa bersemangat di bawah komando Kemenag RI, Kemen Parawisata, KADIN dan Perhimpunan Saudagar Muslimah Indonesia pimpinan Dr. Azizah yang juga Puteri Wapres Makruf Amin.

Yang luar biasa dari utusan Indonesia ini adalah hampir 60 persen barang yang dipamerkan adalah produk dari Aceh, produk Serambi Mekkah. Tapi nehnya, tidak satupun dari perwakilan Pemerintah Aceh yg bergelar Serambi Mekkah ini hadir. Penulis hanya melihat Steffy Burase, istri mantan Gubernur Aceh Irwandi Yusuf yang hadir dengan lincahnya mempromosikan barang-barang produk Aceh. Dari coklat Pidie Jaya sampai Kopi Gayo ataupun melinjo Bireuen.

Sementara penulis sebagai perwakilan HB. Corp. Perusahaan Asia Tenggara berpusat di Kuala Lumpur mempromosikan produk dengan makalah "Halal Bio Medical: Medical Cannabis Plantation Prospect In Aceh Province Indonesia". Dan juga memperkenalkan Kopi Arabica Gayo Peaberry produk Sumatra Roastry milih seorang sahabat keturunan Bugak di Medan.

Dukungan dari para pimpinan dan staf Kedubes RI dan Konjen RI di Saudi Arabia telah menambah semangat para utusan Indonesia. Menghangatkan suasana di tengah udara musim dingin Saudi Arabia yang menyengat tulang.

 Disamping mengadakan pameran makanan halal, perhelatan ini juga mengadakan seminar, forum work shop dan pertemuan pebisnis yg bertujuan mengembangkan lebih luas konsep "halal" dalam kehidupan umat Islam. Para Cendekia dan pebisnis silih berganti menceritakan pengalaman negaranya masing-masing dalam memperjuangkan konsep "halal" agar diterima sebagai live style modern.

Banyak pelajaran dan pengalaman yang patut diambil oleh bangsa Indonesia, baik Pemerintah maupun swasta dalam mengengbangkan halal lifestyle yang sudah menjadi tuntutan dunia global dan perintah syariat Islam. Sebagai bangsa Muslim terbesar dunia, Indonesia sudah sepatutnya menjadi penggerak utama konsep halal dalam kehidupan nyata dan menerapkannya dalam berbagai lapangan kehidupan. Karena tren halal ini terus meningkat dan menjadi pola hidup kaum muslimin.

Mendorong Aceh Sebagai Halal Hub Indonesia

Dalam diskusi bersama dengan utusan Indonesia, utusan dr KADIN mengusulkan agar Aceh menjadi pusat pengembangan Halal di Indonesia. Karena gelar Serambi Mekkah sekaligus potensi Aceh dalam pengembangan wisata halal, dan utamanya pengembangan kawasan industri halal yang akan menjadi pusat produsen untuk makanan halal bagi dunia Islam, baik Arab, India, China, Afrika dan Eropa.

Utusan KADIN PUSAT, Mufti Hamka Hasan, staf khusus Ketum, dengan bersemangat menerangkan potensi Aceh sebagai pusat halal Indonesia. Pernyataan ini didukung oleh Ketum Persami (Perhimpunan Saudagar Muslimah Infonesia) Dr. Azizah. 

Potensi industri halal di Aceh perlu mendapat dukungan Pemerintah Pusat. Beberapa program utama seperti Aceh International Fishing Port di Lampulo, Pusat Wisata Halal Sabang, Wisata Relegi Maulana Syiah Kuala Banda Aceh sampai Kawasan Industri Halal Malahayati Krueng Raya Aceh Besar dan lainnya perlu dikaji ulang.

Dan sudah saatnya menurut utusan KADIN ini, agar Aceh segera ditetapkan Pemerintah sebagai Pusat Pengembangan Industri Halal. Nah tinggal bagaimana respon dari masyarakat dan Pemerintah Aceh sendiri dalam membangun masa depan Serambi Mekkah. []

Editor: Hamdani

*) Penulis adalah Presiden HB. Corp.
Komentar
Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE. #JernihBerkomentar
  • Menjual Aceh di Makkah Halal Forum

Terkini

Topik Populer

Iklan