Iklan

terkini

[Sudut Pandang] ADAB DI ATAS ILMU

Redaksi
Rabu, Desember 20, 2023, 09:00 WIB Last Updated 2023-12-20T02:00:15Z
Oleh: Hamdani, SE.,MSM*)

"Jadi oleh sebab itu, lebih baik orang berilmu sedikit tapi beradab, daripada banyak ilmunya tapi biadab..."

Adab di atas ilmu, makanya bahwa adab lebih utama tetimbang ilmu, dan Itulah yang selalu saya tekankan pada mahasiswa, tentang pentingnya adab.

Penting penekanan terhadap adab, apalagi pada Generasi Z, karena mereka menurut saya adalah generasi yang cuek bebek yang tak peduli lingkungan sekitar. 

Generasi Z ini adalah generasi unggul, mungkin karena umumnya gizi sudah terpenuhi. Salah satu bukti mereka unggul, mereka sangat cepat menguasai teknologi, tapi minus adab.

Mungkin mereka tak bermaksud tak sopan dengan bersikap cuek kepada orang yang lebih tua dan layak dihormati. Cuma mereka hanya kurang peka dan tak peduli keadaan. Mereka cenderung berpikir, "itu bukan urusan saya".

Jadi oleh sebab itu, lebih baik orang berilmu sedikit tapi beradab, daripada banyak ilmunya tapi biadab.

Terkait dengan adab itu, lembaga pendidikan tempat saya mengabdi, yakni Politeknik Negeri Lhokseumawe (PNL) punya motto: "Ileume Beulee, Adab Beuna'. Arti bebasnya adalah, ilmu boleh banyak, tapi adab harus ada. Begitulah.

Dalam kesempatan lain, saya juga sering minta dikritik oleh mahasiswa, kritik penting, supaya kita bisa mengevaluasi diri, juga saya tak sungkan minta maaf.

Kritik dan permintaan maaf itu sering saya lakukan di pertemuan akhir semester, menjelang final. Saya juga selalu berinisiatif untuk membuat angket kepuasan mahasiswa terkait proses  belajar mengajar (PBM) yang saya lakukan. 

Evaluasi diri ini adalah inisiatif pribadi saya, karena penting mengevaluasi diri, jangan sampai kita (baca: dosen) sudah merasa hebat sendiri, padahal mahasiswa tak mengerti apa-apa dalam proses PBM. 

Nah, dengan adanya evaluasi PBM dari mahasiswa, dosen akan bisa instropeksi diri kalau ada kekurangan diri selama PBM. Karena tak ada yang sempurna, jadi manusia tak perlu jumawa.

Cuma saya tidak tahu, apakah langkah saya ini terlalu maju, sudah benar atau salah di mata rekan-rekan dosen. Tapi saya tak peduli dengan pandangan orang lain terhadap saya, selama etik dan regulasi tak saya langgar.

Demikian, mohon maaf tak bermaksud menggurui siapapun, hanya untuk sarana memotivasi diri. Salam. []

*) Penulis adalah seorang dosen dan juga jurnalis 

Disclaimer: Semua tulisan pada Rubrik SUDUT PANDANG bukanlah lah produk jurnalistik, juga tidak mewakili pandangan Redaksi Juang News. Untuk itu, setiap tulisan yang dimuat di rubrik SUDUT PANDANG itu menjadi tanggung jawab pribadi si penulis. Karena sesuai nama rubrik, semua konten dari tulisan tersebut, merupakan opini pribadi dari sudut pandang personal penulis. Demikian. []
Komentar
Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE. #JernihBerkomentar
  • [Sudut Pandang] ADAB DI ATAS ILMU

Terkini

Iklan