Iklan

terkini

Pesan Anggota MPU Aceh Besar Ini, Amal Harus Bersih dari Riya dan Sum’ah

Redaksi
Jumat, September 08, 2023, 16:39 WIB Last Updated 2023-09-08T09:39:13Z

Aceh Besar - Beramal dengan ikhlas merupakan suatu hal yang selalu dituntut oleh Allah Swt, karena sebuah amal harus bersih dari riya atau sum’ah. 

Hal ini diungkapkan Anggota Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Kabupaten Aceh Besar, Ustaz Afrizal Sofyan, S.PdI, M.Ag saat menyampaikan khutbah Jumat di Masjid Nurul Jadid Gampong Lampeuneuen, Kecamatan Darul Imadah, (08/09/2023).

Dalam kitab Min Muqawwimat An-Nafsiah al-Islamiyyah  Hizbut Tahrir Ustad Afrizal mengutip, bahwa riya adalah mengharapkan keridaan dan pujian manusia ketika beribadah. Sedangkan sum’ah perbuatan menonjolkan ibadah agar didengar oleh orang atau menyebutkan amal yang dikerjakan agar orang-orang memujinya. 

“Seperti seseorang yang melakukan suatu amalan di malam hari, lalu di pagi atau siang harinya, dia ceritakan kepada teman-temannya,” kata Ustaz Afrizal.

Menurut Direktur Pendidikan dan Pengajaran Pesantren Oemar Di Yan ini, riya dan sum’ah adalah perbuatan ingin diketahui oleh orang lain untuk mendapatkan pujian manusia. Hanya saja perbedaan antara keduanya bahwa riya berkaitan dengan ibadah yang ingin dilihat orang, adapun sum’ah berkaitan dengan ibadah yang ingin didengarkan orang. Kedua kata tersebut (riya  dan sum’ah) merupakan bentuk kata yang sangat berbahaya,  karena mengandung kesyirikan, yang berarti menodai tauhid dan berarti pula tidak ikhlas. 

Rasullah Saw melarang umatnya dari riya dan sum’ah. Ustaz Afrizal mengutip kitab A’malul Qulub karya Syekh Muhammad Sholeh Al Munajid yang menjelaskan,  bahaya dari riya dan sum’ah lengkap dengan dalilnya yaitu ibadahnya tidak diterima, tidak akan masuk surga, tidak mendapat pahala dari ibadah yang dikerjakan, dan menjadi penyebab pelakunya Allah Swt tempatkan di neraka. 

“Meskipun begitu, bukan berarti ikhlas tidak bisa dihadirkan. Bermujahadah, menggerakan semua daya dan upaya untuk mendapatkannya tetap menjadi keharusan. Bukankah pahala itu sesuaidengan kesusahan dalam beramal,” kata Ustaz Afrizal yang juga DPS Rumah Sakit Ibnu Sina Indrapuri 
ini. 
 
“Ketika seseorang berhasil menghadirkan keikhlasan dalam dirinya maka dia akan diberikan keutamaan dalam beribadah yaitu diterimanya amal dan ibadahnya, mendapatkan pahala dari amalan yang dilakukan, mendapatkan ampunan dosa, dihilangnya kegalauan dan gelisah dari hatinya, terhindar dari kesulitan dalam hidupnya,” pungkas Ustaz Afrizal. [Sayed M. Husen]
Komentar
Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE. #JernihBerkomentar
  • Pesan Anggota MPU Aceh Besar Ini, Amal Harus Bersih dari Riya dan Sum’ah

Terkini

Topik Populer

Iklan