Iklan

terkini

[Opini] Urgensi Akhlak sebagai Solusi Berinteraksi Sesama Manusia

Redaksi
Selasa, September 05, 2023, 20:10 WIB Last Updated 2023-09-05T13:10:43Z
Oleh: Nazwar, S. Fil. I., M. Phil.)*

Akhlak adalah perbuatan, dimana menunjukkan posisi seseorang mulia ataukah sebaliknya. 

Perbuatan dimaksud dapat berupa tindakan atau amalan hati. Kemuliaan seseorang dalam hal beragama, ilmu atau perangai tercermin pada kemuliaan akhlaknya. Sehingga akhlak menjadi penting bahkan termasuk misi utama di utusnya Rasulullah.

Rasulullah bersabda dalam Riwayat Al-Baihaqi 21301, “innamaa bu’itstu li utammima mamarimal akhlaq.” Artinya, “sesungguhnya aku diutus untuk menyempurnakan akhlak.”

Kemudian ada pertanyaan, bagaimana menyikapi berbagai keadaan di zaman sekarang yang cenderung bersifat paradoks, dimana berbuat baik bahkan dirasa mendapat hasil buruk, atau perbuatan buruk nampaknya mendapat kesuksesan, apalagi tentunya yang sudah jelas-jelas tampaknya menyimpang?

Dunia adalah tempat fitnah, terlebih seiring perkembangan terknologi semakin beragam kemungkinan terciptanya fitnah. Jawabannya adalah mengacu kepada Rasulullah, adalah dengan akhlak.

Allah berfirman, “Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Kami akan menguji kamu dengan keburukan dan kebaikan sebagai cobaan (yang sebenar-benarnya). Dan hanya kepada Kamilah kamu dikembalikan” (Q. S. Al-Anbiyaa’: 35).

Kemudian, “telah ada pada diri Rasulullah suri teladan yang baik bagi siapa saja yang mengharapkan (bertemu) Allah dan Hari Akhir dan banyak mengingat Allah” (Q. S. Al-Ahzab: 21).

Hindari Marah dan Perilaku Buruk

Menahan amarah pada kondisi tertentu memang tidak mudah. Tidak jarang emosi menjelma luapan yang tidak terkontrol. 

Maka tidak salah bagi yang bisa menahannya dihadiahkan surga. Suatu anugerah yang jika direnungi sangat besar sebagai ganjaran bagi yang mampu menahannya.

Ustadz Yazid bin ‘Abdul Qadir Jawas menyampaikan hadits terkait keutamaan (“al-fadliilah”) menahan marah dalam bentuk terjemah berikut:

Dari Abu Hurairah Radhiyallahu anhu  bahwa ada seorang laki-laki berkata kepada Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam : “Berilah aku wasiat”. Beliau menjawab, “Engkau jangan marah!” Orang itu mengulangi permintaannya berulang-ulang, kemudian Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Engkau jangan marah!” (HR al-Bukhรขri No. 6116).

Selain itu, menyikapi berbagai hal dalam pergaulan, atau hubungan sosial juga membutuhkan perbuatan terpuji; akhlak. Bahkan, pada kondisi tertentu, akhlak yang mulia dapat menghindarkan amarah dan pertikaian yang berakibat besar pada suatu hubungan yang harmonis.

Rasulullah sebagai Teladan
Rasulullah Muhammad bersabda: Barangsiapa yang ingin dijauhkan dari neraka dan dimasukkan ke surga dan kematian mendatanginya dalam kondisi dia beriman kepada Allah Ta’ala dan Hari Akhir, maka hendaklah dia mendatangi (bersikap kepada) orang lain dengan (sikap yang ingin dia dapatkan dari) orang lain datang kepadanya.” (H. R. Muslim No. 8442).

Ustadz Badrussalam dalam video kajian dari Channel Rodja TV dan Kepingan Sunnah dalam mengartikan Hadits di atas bahwa mendatangi maksudnya adalah akhlak. Datang kepada orang dan orang datang kepadanya adalah terkait perlakuan antar sesama.

Sebagai contoh jika kita senang didatangi orang dengan senyum maka datangilah manusia sepadan dengannya yaitu dengan senyum sebagai akhlak. 

Di akhir zaman dikatakan banyak fitnah-fitnah melanda, Nabi menekankan kepada umatnya adalah akhlak; bagaimana berinteraksi, bergaul sesama manusia. Maka ditekankan untuk berakhlak mulia, yaitu dengan meneladani akhlak Rasul Muhammad Shallalahu ‘alaihi wa sallam.

Maka senantiasa mempelajari kepribadian dengan keimanan dan penuh (mengharap) cinta Nabi Muhammad agar senantiasa tumbuh dan berkembang dalam diri akan mendatangkan keberkahan berupa akhlak mulia yang melekat padanya untuk diteladani. 

Menelusuri siroh/perjalanan hidup yang terkandung dalam al-Qur’an juga hadits-hadits beliau merupakan diantara langkah konkrit untuk meneladani akhlak Rasul sebagai tuntunan/pedoman. Allahu a’lam. []

Editor: Hamdani

*) Penulis adalah Penulis Lepas Yogyakarta
Komentar
Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE. #JernihBerkomentar
  • [Opini] Urgensi Akhlak sebagai Solusi Berinteraksi Sesama Manusia

Terkini

Iklan