Iklan

terkini

Harga Beras Melambung Tinggi, Permahi Desak Pemerintah Daerah atasi Kenaikan Harga

Redaksi
Senin, September 11, 2023, 17:55 WIB Last Updated 2023-09-11T10:55:12Z
Ketua Perhimpunan Mahasiswa Hukum Indonesia Cabang Aceh Muhammad Rifqi Maulana. (Foto/Ist)

Banda Aceh - Ketua Perhimpunan Mahasiswa Hukum Indonesia (Permahi) Cabang Aceh Muhammad Rifqi Maulana menekankan pentingnya respons cepat dari Pemerintah Daerah dalam menghadapi lonjakan harga beras  Adapun rata-rata kenaikan harga beras berkisar Rp10.000,- hingga Rp20.000,- lebih untuk beras kemasan 25 kilogram.

Hal ini diungkapkan Ketua Permahi Cabang Aceh Muhammad Rifqi Maulana pada media ini Senin, (11/09/2023).

"Naiknya harga beras ini dikeluhkan pedagang hingga pembeli," ungkapnya.

Menurut Muhammad Rifqi Maulana kenaikan tersebut dikarenakan berkurangnya pasokan beras ke pasar diakibatkan kemarau berkepanjangan.  

Tambahnya, kebutuhan pokok beras yang isinya 15 kg. pada bulan Februari 2023 harganya Rp. 172 ribu. pada bulan Juni harganya Rp.182 ribu naik lagi pada bulan Agustus 2023 harga menjadi Rp.192 ribu, dan bulan September 2023 sekarang ini harga beras 15 kg menjadi Rp. 205 ribu.

"Ini menunjukkan harga mencapai 20 persen. Kalau beras sudah naik 20 persen, maka akan naik barang kebutuhan pokok lainnya," paparnya.

Untuk itu, Muhammad Rifqi Maulana, Ketua Permahi Cabang Aceh meminta agar Dinas Koperasi dan Perdagangan (Diskoperdag) serta Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan, dan Perikanan (DPKPP) Provinsi Aceh segera mengambil langkah-langkah konkret untuk menangani masalah ini. 

"Situasi ini memerlukan tanggapan serius terutama mengingat kenaikan harga beras dipicu oleh musim kemarau yang durasinya belum pasti," ungkapnya.

Tambahnya lagi, situasi saat ini menuntut Bidang Ketahanan Pangan untuk segera bertindak. Stok beras dalam ketahanan pangan harus dimanfaatkan untuk menstabilkan harga dan mengatasi potensi kelangkaan. 

"Penggunaan stok dalam ketahanan pangan dapat membantu menekan lonjakan harga dan mengantisipasi kelangkaan," katanya.

Menurutnya, perbaikan sistem irigasi juga menjadi penting dalam kondisi saat ini. Irigasi memiliki peran kunci sebagai sumber air selama musim kemarau. 

"Kerusakan dalam sistem irigasi saat ini akan berdampak negatif pada produksi dan hasil panen padi, yang pada gilirannya meningkatkan harga beras," katanya.

Rifqi mendesak Dinas Pertanian untuk melakukan perbaikan pada sistem irigasi, karena irigasi yang efisien akan membantu menjaga hasil panen saat musim kemarau tiba. 

"Pentingnya perhatian pada perbaikan irigasi telah diingatkan sejak dulu, namun respons dari dinas terkait belum memadai hingga saat ini," ujarnya.

Untuk meredam kenaikan harga beras, Permahi meminta Dinas Perdagangan untuk mengimplementasikan operasi pasar. 

"Saya mengharapkan dan akan mendorong Dinas Perdagangan untuk melaksanakan operasi pasar,“ usulnya.

"Operasi pasar ini diharapkan dapat membantu warga ekonomi menengah ke bawah, guna mendapat bahan pangan dengan murah dan terjangkau. Selain itu operasi pasar ini untuk menekan inflasi," pungkasnya. [Hamdani]
Komentar
Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE. #JernihBerkomentar
  • Harga Beras Melambung Tinggi, Permahi Desak Pemerintah Daerah atasi Kenaikan Harga

Terkini

Iklan