Iklan

terkini

BMA Gelar Pelatihan Teknik Menulis Siaran Pers

Redaksi
Selasa, September 19, 2023, 21:17 WIB Last Updated 2023-09-19T14:17:33Z
Baitul Mal Aceh (BMA) menggelar pelatihan teknik menulis siaran pers untuk para amil, khususnya amil di Bidang Pengumpulan. (Foto/Ist)

Banda Aceh - Baitul Mal Aceh (BMA) menggelar pelatihan teknik menulis siaran pers untuk para amil, khususnya amil di Bidang Pengumpulan. Pelatihan ini dalam rangka meng-upgrade kemampuan agar mampu menulis siaran pers yang lebih berkualitas dan layak dimuat di media massa.

Kegiatan ini menghadirkan dua narasumber, yaitu praktisi humas yang juga Tenaga Profesional BMA, yaitu Hayatullah Zuboidi dan Murdani Tijue yang berlangsung di Aula BMA, Selasa (19/09/2023). 

Kepala Bagian Pengumpulan Sekretariat BMA, Arif Arham, mengatakan, kemampuan jurnalistik internal BMA sangat dibutuhkan dalam rangka menyampaikan informasi atau berita kegiatan pengumpulan, pemberdayaan zakat, infak, dan wakaf yang menjadi tugas lembaga. Dengan dipublikasikan berbagai positif, akan meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap BMA.

"Ada 10 orang ikut kegiatan ini. Dengan adanya pelatihan, para amil dapat memproduksi berita lebih banyak dan lebih berkualitas, sehingga eksistensi Baitul Mal Aceh semakin diketahui masyarakat," kata Arif.

Narasumber  Hayatullah Zuboidi dalam paparannya menjelaskan dua faktor yang menentukan dimuat atau tidaknya siaran pers yang dikirim oleh sebuah lembaga. Pertama, faktor penulisan (kaidah jurnalistik) dan kedua, faktor kualitas hubungan media dengan humas lembaga.

“Sebuah siaran pers yang efektif dan mudah diterima oleh media, yang dibuat layaknya wartawan menulis berita, mengunakan unsur 5W+1H dan berbentuk piramida terbalik,” ungkapnya.

Hayatullah memberi contoh dan tips membuat alinea utama (lead),  sehingga mudah dipahami oleh peserta. Pada alinea pertama minimal harus terdapat unsur what (apa), who (siapa), dan when (kapan).

Sementara narasumber kedua, Murdani berbagi pengalaman dalam membangun hubungan pertemanan  dengan wartawan. Baginya, dalam membina hubungan dengan awak media harus sering-sering melakukan silaturahmi di warung-warung kopi.

“Hubungan yang dibangun adalah relasi pertemanan. Ketika kita minta bantu,  sudah seperti teman meminta bantu. Artinya,  ada hubungan emosional yang bagus dibangun antara praktisi humas dengan wartawan,” jelas Murdani. [Sayed M. Husen]
Komentar
Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE. #JernihBerkomentar
  • BMA Gelar Pelatihan Teknik Menulis Siaran Pers

Terkini

Topik Populer

Iklan