Pemotongan hewan qurban. (Foto/Hamdani)
Laporan: Hamdani
Di sebuah rumah permanen di Desa Pante Gajah, Kecamatan Peusangan, Kabupaten Bireuen, suasana Idul Adha tahun ini terasa lebih hangat dari biasanya. Tawa, sapaan lama yang kembali akrab, hingga aroma kuah kari yang mulai mengepul dari dapur warga, menyatu dalam satu momentum yang sarat makna: qurban dan silaturahmi.
Jumat, 29 Mei 2026, alumni SMP Negeri 1 Matang Glumpang Dua letting 1991 kembali melaksanakan penyembelihan hewan qurban berupa satu ekor sapi. Kegiatan yang telah menjadi tradisi hampir satu dekade itu bukan sekadar rutinitas tahunan, tetapi juga ruang mempererat ikatan persaudaraan yang tetap terjaga meski usia terus bertambah dan jalan hidup masing-masing telah berbeda.
Di tengah keramaian itu tampak hadir Ketua Umum Alumni SMP Negeri 1 Matang Glumpang Dua, H. Mukhlis, ST, yang kini menjabat sebagai Bupati Bireuen. Kehadiran orang nomor satu di Kabupaten Bireuen tersebut tidak mengubah suasana kebersamaan yang cair di antara para alumni. Ia membaur, bercengkerama, bahkan turut berqurban dalam kegiatan tersebut.
Bagi para alumni, H. Mukhlis bukan hanya seorang pejabat daerah, tetapi juga bagian dari perjalanan masa remaja yang tumbuh bersama mereka di bangku sekolah puluhan tahun silam.
Dalam kesempatan itu, H. Mukhlis mengapresiasi kekompakan para alumni yang tetap menjaga tradisi qurban setiap tahun. Menurutnya, kegiatan seperti itu bukan hanya bernilai ibadah, tetapi juga memiliki dampak sosial yang besar bagi masyarakat sekitar.
“Mudah-mudahan tahun depan ada peningkatan jumlah hewan qurban dari alumni, sehingga akan lebih bermanfaat,” ujar Mukhlis.
Ucapan itu disambut anggukan para alumni yang hadir. Sebab bagi mereka, qurban bukan semata tentang menyembelih hewan, tetapi tentang menjaga rasa peduli dan kebersamaan yang terus diwariskan.
Ketua kegiatan, Mirzal Syeh Tawi, mengatakan tradisi qurban alumni letting 1991 bukan baru pertama kali dilakukan. Menurutnya, kegiatan itu telah berlangsung hampir sepuluh tahun dan menjadi agenda tahunan yang selalu dinantikan.
“Kegiatan qurban ini sudah menjadi agenda tahunan letting 1991, bahkan sudah hampir 10 tahun terlaksana,” kata Mirzal Syeh Tawi yang juga Wakil Direktur RSU dr. Fauziah Bireuen.
Ia menyebutkan, setiap momentum Idul Adha, para alumni berupaya menyisihkan rezeki demi menjaga tradisi kebersamaan tersebut tetap hidup. Tidak sedikit alumni yang datang dari luar daerah hanya untuk berkumpul dan merasakan kembali suasana persaudaraan yang telah terbangun sejak masa sekolah.
“Kegiatan ini juga menjadi ajang silaturahmi alumni, dan Alhamdulillah Ketua Umum H. Mukhlis yang kini sudah jadi Bupati Bireuen juga selalu membersamai kami,” lanjutnya.
Pantauan di lokasi, setelah proses penyembelihan selesai, para alumni bersama warga sekitar bergotong royong membagikan daging qurban. Sebagian dibagikan kepada alumni yang hadir, sementara sebagian lainnya disalurkan kepada masyarakat sekitar desa.
Tak ada sekat dalam suasana itu. Semua larut dalam kebersamaan yang sederhana namun hangat. Di bawah terik matahari Idul Adha, para alumni membuktikan bahwa persahabatan masa sekolah tidak lekang oleh waktu.
Tradisi qurban alumni letting 1991 itu kini bukan hanya menjadi agenda rutin, tetapi telah menjelma menjadi simbol kekeluargaan, kepedulian sosial, dan semangat berbagi yang terus dijaga dari tahun ke tahun. []


