Iklan

terkini

H.R.D

Redaksi
Rabu, Oktober 05, 2022, 09:57 WIB Last Updated 2022-10-05T08:00:43Z
Saya (kiri) bersama teman-teman pecinta demokrasi di Kabupaten Bireuen (Foto/ Imran)

"Demokrasi itu harus menyenangkan, supaya demokrasi tak berubah jadi democrazy yang menakutkan. Begitulah"

HRD yang saya maksud dalam tulisan ini bukanlah akronim dari Human Resource Development yang artinya Pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM). Dimana HRD merupakan divisi yang membantu karyawan dalam mengembangkan keterampilan, pengetahuan, dan kemampuan pribadi dan organisasi mereka.

HRD yang saya maksud adalah akronim dari Happy Result Democracy, yaitu bagaimana berdemokrasi itu harus menyenangkan.

Ide ini digagas oleh beberapa aktivis muda di Kabupaten Bireuen, yang mana anak-anak muda ini ingin supaya demokrasi itu menjadi sesuatu yang dirindukan karena menyenangkan. Sehingga orang tak menjadi alergi dengan demokrasi.

Saya sangat sepakat dengan ide tersebut, sehingga saya pun merasa senang untuk memakai baju itu ketika ditawarkan oleh Imran pada saya. Imran merupakan anak muda yang kreatif di Kabupaten Bireuen, dia seorang Pendamping Lokal Desa (PLD) di Kabupaten Bireuen.

Seraya saya tanyakan, "Ini bukan baju kampanye kan?" 

"Oh, tentu bukan," jawabnya yakin.

Kenapa ini musti saya tanyakan, karena selama ini khususan di Kabupaten Bireuen akronim HRD malah identik dengan Haji Ruslan Daud yang merupakan mantan Bupati Bireuen, yang saat ini adalah anggota DPR-RI.

Pertanyaannya, jadi kalau HRD adalah akronim dari Haji Ruslan Daud salah? Tentu tidak salah, tapi buat saya sesuatu yang bermasalah, karena saya harus tetap independen.

Hal ini juga dibenarkan oleh Saiful Hadi yang merupakan mantan Komisioner Komisi Independen Pemilihan (KIP) Kabupaten Bireuen, yang saat ini berkhidmat sebagai pengawal demokrasi Jaringan Demokrasi Indonesia (JADI) yang kebetulan pagi ini nongkrong dengan saya di sebuah pojok cafee di kota kecil saya Matangglumpangdua, pada suatu pagi Rabu, 5 Oktober 2022.

"Tidak ada masalah itu, kita hanya ingin mengkampanyekan demokrasi yang menyenangkan,," ucap Saiful Hadi.

Jadi, marilah berdemokrasi dengan menyenangkan, supaya demokrasi tak berubah menjadi democrazy yang menakutkan. Mari. [Hamdani]
Komentar
Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE. #JernihBerkomentar
  • H.R.D

Terkini

Iklan