Iklan

terkini

Leubok Stuy, Sepotong "Surga Tersembunyi" di Pedalaman Kabupaten Bireuen

Redaksi
Senin, Mei 30, 2022, 14:27 WIB Last Updated 2022-05-30T08:22:48Z
Suasana pemandian alam Leubok Stuy (Foto/Hamdani)

Minggu 29 Mei 2022 kemarin, saya menghabiskan waktu bersama keluarga dan komunitas sepeda saya, Goweser Matang Mountain (GMM) Bike Community di pemandian alam, sungai Leubok Stuy, yang terletak nun jauh di Kecamatan Peusangan Siblah Krueng, Kabupaten Bireuen, Provinsi Aceh.

Buat saya, ini bukanlah kali pertama menyambangi tempat ini, sudah sering saya dengan komunitas GMM berkunjung ke tempat ini. Karena tak pernah bosan saya mengunjungi tempat ini.

Leubok Stuy buat saya pribadi bukan hanya sekedar pemandian alam biasa, yang menyuguhkan sasana alam yang damai, jauh dari hiruk pikuk manusia. Lebih-lebih lagi, di tempat ini tidak terjangkau sinyal HP. Tapi buat saya Leubok Stuy adalah sarana refleksi diri dan refreshing untuk mengembalikan semangat bekerja dan mengatasi kejenuhan dari rutinas sehari-hari.

Selain suasana alam yang masih sejuk, karena masih banyak pepohonan, air sungai Leubok Stuy juga masih sangat bening, bahkan jika dilihat dari jauh, seperti warnah hijau segar. Asik.

Sayangnya alam yang indah itu tidak mau dikelola dengan baik oleh masyarakat setempat, sehingga sungai dengan bebatuan yang besar dan air yang jernih bak mutiara hanya mengalir secara alamiah begitu saja. Tanpa sentuhan.

Terakhir saya mendapat informasi, bahwa keberadaan sungai Leubok Stuy malah menimbulkan pro dan kontra dari warga desa setempat. Ada yang tak setuju tempat itu menjadi objek wisata, juga ada kelompok yang yang setuju. Sehingga di salah satu pohon, ada pamplet yang dipaku di pohon itu, tentang larangan yang menunjukkan, bahwa tempat tersebut belum dibebaskan. mungkin maksud kata "dibebaskan", itu menunjukkan bawa sungai itu bukan tempat wisata umum. Entahlah.
Tapi kedatangan komunitas kami kemarin  tidak dihalangi, karena kedatangan kami lebih bernuansa keluarga. Maklum, banyak yang mengikutsertakan keluarga. Sengaja kami memilih tempat itu, karena sangat nyaman menikmati gulai kambing, meski untuk sampai ke tujuan, harus menempuh sebagian jalan yang berbatu. Tak mudah.

Tetapi tentunya tak ada usaha yang sia-sia, kata orang, usaha tak pernah mengkhianati hasil. Benar. Karena jika sudah sampai ke lokasi, Anda akan bisa melepas penat, apalagi berkenan mandi di air yang sejuk. Pas sekali untuk melepas penat.

Cuma sekali lagi, sayang sekali karena tempat itu tertutup, karena pro dan kontra, salah-salah kita akan menghadapi masyarakat yang tak ramah jika berkunjung ke tempat itu. Tentu ini akan membuat hati was-was dan tak nyaman.

Seharusnya Pemerintah Kabupaten Bireuen dalam hal ini Pemerintahan Kecamatan Peusangan Siblah Krueng bisa menengahi persoalan ini, sehingga tak menimbulkan konflik di masyarakat.

Padahal bila dikelola dengan baik dan diawasi dengan benar, tempat ini tentu akan mendatangkan pendapatan kepada masyarakat sekitar, juga pendapatan itu bisa dialokasikan untuk merawat sungai dari hulu ke hilir, supaya tak dirusak oleh tangan-tangan jahat. Karena menurut saya, sungai Leubok Stuy bukanlah tempat biasa, tapi seperti sepotong "surga" yang tersembunyi di pedalaman Kabupaten Bireuen. Entahlah.

Sekedar Informasi, untuk bisa sampai ke Leubok Stuy, kita harus menempuh jarak sekira 20 Kilometer ke arah selatan dari Ibukota Kecamatan Peusangan, Matangglunpangdua. Ada dua alternatif jalan untuk sampai ke sana, bisa via Tanjong Beurudi-Pulau Harapan, Kecamatan Peusangan Selatan atau via Pante Lhong-Awee Geutah-Pante Karya, Kecamatan Peusangan Siblah Krueng. Jika dulu malah ada alternatif satu lagi sebelum jembatan gantung Teupin Reudep-Awee Geutah ambruk. [Hamdani]

Komentar
Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE. #JernihBerkomentar
  • Leubok Stuy, Sepotong "Surga Tersembunyi" di Pedalaman Kabupaten Bireuen

Terkini

Iklan