Atlet muda pencak silat asal Kabupaten Bireuen, Imam Khaira, menorehkan prestasi membanggakan pada ajang Sumatra Open Tournament 2026 yang berlangsung di GOR Pemprov Sumut, Medan, 20–24 Agustus 2026. (Foto/Ist)
Medan — Atlet muda pencak silat asal Kabupaten Bireuen, Imam Khaira, menorehkan prestasi membanggakan pada ajang Sumatra Open Tournament 2026 yang berlangsung di GOR Pemprov Sumut, Medan, 20–24 Agustus 2026.
Imam Khaira, yang merupakan atlet Perguruan SPDKK UPTD SD Negeri 28 Peusangan, Kabupaten Bireuen, berhasil membawa pulang dua medali sekaligus, yakni medali emas sebagai Juara I kategori Tanding Fighter dan medali perak sebagai Juara II kategori Seni Tunggal Baku IPSI.
Prestasi tersebut semakin istimewa karena Sumatra Open Tournament 2026 diikuti sekitar 1.700 atlet pencak silat dari berbagai daerah di Sumatra.
Pelatih Imam, Munawir, S.Pd, kepada media ini, Sabtu (22/8/2026), mengatakan keberhasilan tersebut merupakan hasil dari proses latihan, kedisiplinan dan evaluasi yang dilakukan secara berkelanjutan.
Menurutnya, pencapaian Imam tidak terlepas dari dukungan berbagai pihak, termasuk Official Mursalin serta Kepala UPTD SD Negeri 28 Peusangan, Abdullah, S.Pd., M.Pd.
Munawir juga menyampaikan apresiasi kepada UKM Pencak Silat SPDKK Universitas Al Muslim yang selama ini turut memberikan pembinaan dalam membentuk karakter, mental dan kemampuan bertanding para atlet.
Dukungan juga datang dari Coach IPSI Deli Serdang, Sumatra, beserta para senior IPSI Deli Serdang yang secara konsisten memberikan evaluasi kepada Imam, baik sebelum maupun setelah pertandingan.
“Keberhasilan ini bukan akhir, tetapi menjadi awal dari perjalanan yang masih panjang. Dari sebelumnya meraih tiga medali perak pada International Open Indonesia Championship Student 2025, sekarang kami berhasil meningkatkan pencapaian menjadi satu emas dan satu perak. Ini menjadi bukti bahwa kerja keras dan proses latihan yang konsisten akan memberikan hasil,” ujar Munawir.
Ia berharap prestasi yang diraih Imam dapat menjadi motivasi bagi atlet-atlet muda lainnya di Bireuen untuk terus berlatih dan tidak mudah menyerah menghadapi berbagai tantangan dalam kompetisi.
“Semoga prestasi ini menjadi penyemangat bagi adik-adik lainnya untuk terus berlatih. Dalam olahraga, prosesnya memang penuh perjuangan, jatuh dan bangun. Tetapi dengan disiplin dan kerja keras, selalu ada peluang untuk meraih kemenangan,” pungkasnya. [Hamdani]

