![]() |
| Tim gabungan yang terdiri dari Basarnas, TNI-Polri, aparatur gampong, nelayan, serta seluruh unsur terkait yang terlibat dalam proses pencarian.(foto/ist) |
Bireuen – Seorang anak dilaporkan tenggelam saat mandi di kawasan Pantai Laut Jangka, Desa Jangka Mesjid, Kecamatan Jangka, Kabupaten Bireuen, Sabtu (30/5/2026) sekitar pukul 15.50 WIB.
Korban diketahui bernama Firat Altakim (12), seorang pelajar yang berdomisili di Desa Cot Batee, Kecamatan Kuala, Kabupaten Bireuen.
Berdasarkan informasi yang diperoleh di lokasi, korban saat itu sedang mandi bersama dua orang rekannya di kawasan Pantai Laut Jangka. Setelah selesai mandi dan hendak pulang, korban bersama teman-temannya naik ke pesisir pantai. Namun, korban kembali masuk ke dalam air untuk mencuci kaki di sekitar batu pemecah ombak.
Pada saat yang sama, kondisi arus laut dilaporkan cukup kuat. Secara tiba-tiba korban terseret arus dan terbawa menjauh dari bibir pantai hingga akhirnya tenggelam.
Peristiwa tersebut kemudian dilaporkan oleh aparatur gampong setempat. Keuchik Desa Jangka Mesjid bersama Kepala Dusun Jabari segera menghubungi pihak Polsek Jangka. Setelah menerima informasi, Kapolsek Jangka, Kanit Intelkam, serta personel piket penjagaan langsung menuju tempat kejadian perkara (TKP) untuk melakukan pengamanan lokasi dan membantu proses penanganan.
Sekitar pukul 16.20 WIB, Tim Basarnas Bireuen tiba di lokasi dan langsung berkoordinasi dengan unsur terkait serta nelayan setempat untuk melakukan operasi pencarian terhadap korban. Tim gabungan melakukan penyisiran di sekitar lokasi kejadian guna mempercepat proses pencarian.
Hingga menjelang waktu Magrib, korban belum berhasil ditemukan. Operasi pencarian kemudian dihentikan sementara dan akan dilanjutkan kembali setelah salat Magrib dengan tetap memperhatikan faktor keselamatan personel serta kondisi cuaca di lapangan. Sementara itu, situasi di sekitar lokasi kejadian terpantau aman dan kondusif.
Menanggapi kejadian tersebut, Camat Jangka, Muliyadi, S.P., M.S.M., menyampaikan rasa prihatin yang mendalam atas musibah yang menimpa korban dan keluarganya. Ia mengapresiasi kerja cepat tim gabungan yang terdiri dari Basarnas, TNI-Polri, aparatur gampong, nelayan, serta seluruh unsur terkait yang terlibat dalam proses pencarian.
"Kami turut prihatin atas musibah ini dan berharap korban segera ditemukan. Pemerintah Kecamatan Jangka terus berkoordinasi dengan seluruh pihak terkait untuk mendukung proses pencarian. Semoga keluarga korban diberikan ketabahan dan kekuatan dalam menghadapi cobaan ini," ujar Camat Jangka.
Camat juga mengimbau masyarakat, khususnya para orang tua, agar meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak saat beraktivitas di kawasan pantai maupun lokasi wisata yang memiliki potensi bahaya.
Peristiwa ini menjadi pengingat penting bagi seluruh masyarakat akan pentingnya keselamatan saat beraktivitas di laut. Selain pengawasan dari orang tua, diperlukan pula peningkatan pengawasan oleh aparatur gampong dan petugas terkait terhadap para pengunjung, khususnya pada hari libur atau saat jumlah wisatawan meningkat. Pemasangan papan peringatan pada titik-titik rawan arus kuat dan gelombang besar juga dinilai penting guna mencegah terulangnya kejadian serupa di masa mendatang.[Fauzi]



