Oleh: Hamdani
Menjelang datangnya Bulan Suci Ramadan, semangat berbagi dan kepedulian sosial terasa hangat di Gampong Matang Glumpang Dua Meunasah Dayah, Kecamatan Peusangan, Kabupaten Bireuen. Selasa pagi, 3 Februari 2026, sejak pukul 09.00 WIB, puluhan warga berdatangan ke lokasi kegiatan donor darah yang digelar Yayasan Zurisma.
Bukan sekadar kegiatan rutin, aksi donor darah ini menjadi simbol kepedulian nyata menyambut Ramadan penuh berkah. Di tengah aktivitas harian warga, kursi-kursi donor terisi oleh mereka yang dengan sukarela mengulurkan lengan, menyumbangkan setetes darah untuk kemanusiaan.
Dalam kegiatan tersebut, tercatat 31 orang mendaftar sebagai pendonor. Namun, setelah melalui pemeriksaan medis, hanya 23 kantong darah yang berhasil dikumpulkan, dengan mayoritas berasal dari golongan darah O. Sementara itu, delapan orang lainnya belum dapat mendonor karena alasan medis tertentu.
Ketua Yayasan Zurisma, Denny Sumantri Mangkuwinata, SE., MSM, mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk aksi sosial nyata dalam menyambut Ramadan.
“Donor darah ini adalah aksi nyata sosial Yayasan Zurisma dalam menyambut Ramadan yang penuh berkah. Harapannya, setetes darah yang kita donorkan hari ini bisa sangat berguna bagi kemanusiaan,” ujar Denny kepada media ini.
Denny yang juga dikenal sebagai dosen Universitas Almuslim serta Sekretaris Desa Gampong Matang Glumpang Dua Meunasah Dayah menambahkan, kegiatan donor darah tersebut bukanlah agenda insidental. Yayasan Zurisma secara konsisten melaksanakannya setiap tiga bulan sekali.
“Kegiatan ini rutin kami laksanakan bekerja sama dengan UTD RSU dr. Fauziah Bireuen. Selain membantu ketersediaan stok darah, kami juga ingin menumbuhkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya donor darah,” lanjutnya.
Menurutnya, donor darah tidak hanya bermanfaat bagi penerima, tetapi juga bagi pendonor itu sendiri. Mulai dari menjaga kesehatan tubuh hingga meningkatkan kepedulian sosial antar sesama.
Suasana kegiatan berlangsung sederhana namun sarat makna. Senyum para pendonor, sapaan relawan, dan semangat kebersamaan menjadi gambaran bahwa kemanusiaan selalu menemukan jalannya, bahkan dari setetes darah.
Di ambang Ramadan, aksi Yayasan Zurisma ini menjadi pengingat bahwa berbagi tidak selalu harus menunggu kelapangan harta. Kadang, cukup dengan keberanian dan keikhlasan untuk memberi, demi kehidupan orang lain yang membutuhkan, yakni dengan setetes darah. []


