Tim dosen Umuslim berfoto bersama dengan mitra Lazismu dan relawan saat pemakaian PTLS desa Pante Lhong.(Foto/Ist).
Peusangan - Setelah sukses di dusun Bivak, Desa Krueng Simpo, Kecamatan Juli, Kabupaten Bireuen, kini giliran desa Pante Lhong Kecamatan Peusangan dipasang paket Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) hibrid portable oleh dosen Universitas Almuslim.
Desa Pante Lhong kecamatan Peusangan juga merupakan salah satu desa terparah yang mengalami dampak parah akibat bencana tersebut.
Bermitra dengan Lazismu Kabupaten Bireuen tim pengabdian Universitas Almuslim diketuai Prof. Dr. Halus Satriawan, SP., M.Si, dengan anggota tim Dr. Imam Muslem R., M.Kom, Dr. Muhammad Yanis, MT, serta didampingi Khairunnisak, M.Pd kembali membuat warga berdampak banjir tersenyum.
Kali ini tim pengabdian dosen Umuslim bermitra dengan LazisMu turut didukung relawan Meutuwah Project (Khairunnisak, M.Pd) berhasil memasang Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) hibrid sistem portable di desa Pante Lhong, Sabtu (17/1/202)6).
Menurut anggota tim Dr. Imam Muslem R., M.Kom, sistim PLTS ini berbeda dengan yang di Bivak Juli.
"Kalau di Pante Lhong sistem PLTS Portable, mudah dibawa-bawa, ada inovasi, konsepnya, bisa dipindah-pindah lokasi, tinggal angkat saja, dimana lokasi darurat yang butuh listrik, kita bawa ini" jelas Imam Muslem.
Biasanya inverter ini di tempel di dinding, yang di Pante Lhong kami serahkan pengelolaan melalui lazisMu kabupaten Bireuen.
Sistemnya memang direncanakan agar mudah dibawa oleh lazismu ke mana saja yang membutuhkan aliran listrik dalam kondisi darurat untuk masa akan datang, jelas Imam Muslem.
Untuk desa Pante Lhong, dipasang di lokasi hunian darurat desa dengan spesifikasi PLTS Hibridnya 3200 watt Smart Inverter, yang bisa digunakan untuk penerangan hunian darurat sekitar untuk 40 KK, jelasnya.
Menurut Prof. Dr. Halus Satriawan, SP. PLTS Portable ini pendanaannya juga didukung oleh Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM), Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi melalui skema pengabdian kepada masyarakat tanggap darurat bencana.
Seperti diketahui, LazisMu kabupaten Bireuen bersama dengan Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) membangun 48 hunian darurat untuk 48 keluarga di desa Pante Lhong.
Dimana desa Pante Lhong ada sekitar 20 keluarga rumahnya hilang, sisanya ada yang tidak layak huni, karena tumpukan material pasir dalam rumah yang tidak dapat dibersihkan lagi, sebagian lainnya berada di daerah Aliran Sungai (DAS) Pante Lhong, jadi mereka tidak berani lagi menempati rumahnya.
Menurut Halus Satriawan inisiatif melakukan pengabdian di desa tersebut setelah melihat kondisi
masyarakat pasca banjir, mereka sedang dibangun hunian darurat, jadi PLTS ini bisa jadi alternatif untuk penerangan.
Sistem PLTS hibrid Portable di desa Pante Lhong kami serahkan di serahkan melalui ketua Badan Pengurus Lazismu Bireuen diterima Fajar Ardiansyah M.Pd.
Menurut Halus Satriawan paket Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) hibrid portable ini, untuk memberi solusi sebagai alat penerangan untuk warga berdampak banjir, ujar ketua tim program pengabdian masyarakat Universitas Almuslim program tanggap darurat bencana pasca banjir.
'”Alhamdulillah kita sudah berhasil
Memasang satu lagi PLTS hibrid jenis Portable untuk masyarakat desa Pante Lhong kecamatan Peusangan", ungkap Prof. Dr. Halus Satriawan, SP.[Zulkifli].
.


