Iklan

terkini

[Opini] Label Guru Inspiratif, Siapakah Dia?

Redaksi
Selasa, November 21, 2023, 16:05 WIB Last Updated 2023-11-21T09:05:36Z
Oleh: M. Razie Effendi, SST, MSM*)

Menjadi seorang guru adalah salah satu peran yang sangat penting dalam dunia pendidikan. Seorang guru, juga memiliki peran yang lebih dari sekadar mengajar materi pelajaran kepada murid. 

Anak negara yang dititipkan kepada guru yang harus di didiknya untuk menjadi lebih baik dan mampu merubah masa depan. Terlebih lagi, dunia ini menuntut guru itu harus menjadi guru yang inspiratif.

Setiap tahun beberapa lembaga yang bergerak di dunia pendidikan kerap melakukan event ajang mencari guru terbaik dan guru inspiratif, baik di lingkup sekolah maupun di luar sekolah. Guna mencari sosok guru-guru yang hebat plus perfect untuk ditampilkan kepada seluruh masyarakat bahwa kita memiliki pengajar yang unggul di bidangnya. 

Hal ini boleh-boleh saja serta tidak menyalahi aturan yang ada. Namun, perlu kita koreksi dan bertanya seperti ini, “Apakah guru inspiratif itu adalah guru yang telah berhasil mengukir berbagai prestasi atau guru yang memiliki sertifikat pelatihan yang paling banyak?” mari kita tukar pikiran dan temukan jawabannya.

Murid hari ini berbeda sekali dengan murid zaman dulu, perubahan zaman dan perkembangan teknologi telah memberikan dampak yang signifikan mulai dari cara siswa belajar, gaya belajar, keterlibatan sosial, pendekatan terhadap informasi dan berinteraksi di lingkungan pendidikan. 

Maka kita sebagai guru harus mempunyai seribu satu cara untuk mendidiknya agar proses transfer ilmu mudah terserap kepada murid.

Guru dan murid harus saling memiliki ikatan batin dan koneksi yang kuat untuk meningkatkan kualitas proses belajar mengajar yang baik. Contohnya, ketika seorang guru menyuruh muridnya untuk membaca buku pada halaman sekian pada malam hari di rumahnya, guru sebaiknya juga harus membaca buku tersebut di halaman yang sama dengan murid, agar keterkaitan batin itu sama-sama tumbuh antara guru dan murid. 

Bayangkan jika bapak/ibu guru hari ini hanya menyuruh saja tanpa melakukannya seperti diatas, saya yakin murid tersebut kebanyakan pasti tidak akan membacanya. Percaya tidak percaya boleh dipraktikkan.

Kompetensi yang harus ada pada sosok guru inspiratif yakni kolaborasi, yaitu pertukaran ide dan pengalaman serta dalam pemecahan masalah bersama. Saling kolaborasi antara guru muda dan guru senior ini sangat penting. 

Guru muda membantu guru senior dalam hal menaklukkan pembelajaran yang berbasis teknologi, sedangkan guru senior yang pengalamannya yang sudah panjang dapat memberikan wejangan kepada guru muda terkait cara-cara bagaimana menghadapi murid yang beragam karakternya. 

Ini juga salah satu kunci dalam mendukung keberhasilan murid kita. Terlebih pula di sekolah sudah ada beberapa jebolan guru penggerak dan guru inti yang siap tergerak, bergerak, dan menggerakkan dunia pendidikan ini kearah yang lebih baik menuju Indonesia emas.

Guru Inspiratif itu juga harus menerapkan metode empat as, yaitu kerja keras, kerja ikhlas, kerja cerdas, dan kerja tuntas. Kerja keras harus membutuhkan komitmen yang tinggi, dedikasi yang kuat, dan daya tahan untuk menghadapi murid sekarang. 

Kerja ikhlas yakni mengajar dengan tulus dan penuh kesungguhan tanpa mengharapkan imbalan dari pihak manapun, guru mengikuti upacara bendera bukan karena takut dengan kepala sekolah dan guru masuk ke kelas tepat waktu bukan karena takut ditegur oleh wakil kepala sekolah bagian kurikulum, tetapi semua itu dilakukan atas dasar keikhlasan semata. 

Selanjutnya, Kerja cerdas yang melibatkan penggunaan pikiran dan keterampilan, untuk itu guru harus banyak referensi dan terus upgrade diri guna menjawab segala tantangan permasalahan-permasalahan murid. 

Terakhir, kerja tuntas yaitu menyelesaikan tugas atau pekerjaan dengan baik dan sampai selesai serta tidak akan menunda-nundanya. empat hal inilah yang harus menjadi pedoman dalam menjalankan tugasnya sebagai guru.

Kompetensi selanjutnya, guru inspiratif seyogyanya harus menjadi panutan dan sosok yang dicontohi dalam pembentukan karakter serta perkembangan murid. Saat ini, jika kita ingin survei dan bertanya kepada murid, “Siapakah sosok panutannya saat ini?” kita sudah jarang mendengar bahwa sosok inspiratif bagi mereka yaitu gurunya sendiri, tetapi artis dan aktor korea atau atlet hebat di luar sana jawabannya. Untuk mencegah ini, guru harus gerak cepat alias gercep kata millennials dalam menyikapi kasus ini untuk melakukan perubahan-perubahan. 

Perilaku dan sikap guru memiliki pengaruh yang kuat dalam membentuk nilai-nilai dan karakter murid, sehingga penting bagi guru untuk merangkul peran ini dengan penuh dedikasi dan tanggung jawab. Karena gurunya lah yang harus menjadi inspirasi dalam menuntun proses pendidikannya. 

Bahkan, suatu saat nanti ketika muridnya sudah dewasa dan mau masuk ke dalam fase berumah tangga mereka berani mengatakan “sosok calon suami/istrinya yaitu seperti guruku dulu”.

Pertanyaan selanjutnya yang perlu dijawab yaitu “Apakah guru inspiratif bisa digantikan dengan teknologi kecerdasan buatan artificial intelligence atau yang dikenal dengan (AI) saat ini?” Tentu jawabannya tidak, karena tidak sepenuhnya AI mampu menggantikan peran guru terutama pada hubungan kemanusiaan (humanity) dan pengembangan karakter murid, hubungan interpersonal yang dibangun antara guru dan murid juga memiliki nilai penting yang sangat sulit digantikan oleh teknologi kecerdasan buatan ini. 

Selanjutnya empati, dukungan, dan pemahaman pribadi yang diberikan oleh guru merupakan elemen kunci yang terpenting dalam pembelajaran dan pendidikan tidak hanya tentang mentransfer pengetahuan, tetapi juga tentang membentuk karakter dan nilai-nilai etika muridnya. 

Guru memiliki peran penting dalam membimbing siswa dalam aspek-aspek ini. Kemudian, yang paling hebatnya lagi yaitu kalau guru mampu memadupadankan kecerdasan buatan (AI) dengan keahlian kompetensinya ke dalam proses belajar mengajar di dalam kelas

Refleksi
Sebagai guru inspiratif, yaitu seseorang yang memiliki tanggung jawab yang besar dalam membentuk masa depan muridnya dalam hubungan bermasyarakat nantinya. Peran guru bukan hanya tentang mengajar materi saja, tetapi juga tentang membantu siswa menjadi individu yang berpengetahuan, berempati, dan siap menghadapi tantangan dunia ke depan.

Perlu kita garis bawahi bahwa guru yang baik itu bukanlah guru yang hebat di luar sana yang mampu memberikan motivasi kepada guru-guru lain, tetapi ia juga harus mampu mengelola kelas dan paham akan gaya dan minat belajar serta kebutuhan muridnya. Sehingga Guru menjadi idola bagi murid dan selalu dirindukan oleh muridnya akan masuk kedalam kelas.

Guru yang hebat jangan pernah bersembunyi di balik meja, mari menulis dan membuat konten pembelajaran yang positif sebanyak-banyaknya dan berbagi praktik baik melalui platform-platform yang telah disajikan oleh Pemerintah dan Swasta. 

Terlebih saat ini banyak media yang juga dapat kita manfaatkan agar menginspirasi banyak orang untuk mengikuti jejak kita dan berhenti menjadi guru yang dan sering masuk kelas tidak tepat waktu (terlambat). 

Karena orang tua murid menitipkan kepada guru dengan harapan anaknya bisa menjadi manusia yang bermanfaat bagi agama, bangsa dan negara. Maka janganlah sampai membuat kecewa orang tua murid kepada guru yang telah mempercayainya. []

Editor: Hamdani

*) Penulis Guru Penggerak Kemendikbud & Guru SMKN 1 Lhokseumawe 
Komentar
Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE. #JernihBerkomentar
  • [Opini] Label Guru Inspiratif, Siapakah Dia?

Terkini

Topik Populer

Iklan