Iklan

terkini

[Opini] Mendambakan Ampunan di Penghujung Ramadan

Redaksi
Sabtu, April 15, 2023, 15:39 WIB Last Updated 2023-04-15T08:39:31Z
Oleh: Dr. Abizal Muhammad Yati Lc, MA*)

“Dan bersegralah kamu mencari ampunan dari Tuhanmu dan mendapatkan surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan bagi orang-orang yang bertakwa”. (QS Ali Imran 133). 

Imam Al-Qurthuby dalam tafsirnya Al-Jami’ Liahkamil Qur’an menjelaskan, bahwa ayat ini menghimbau umat Islam bersegera mendapatkan ampunan dari Allah dengan melakukan berbagai jenis ketaatan kepadaNya. Tidak ada yang paling berharga dan bernilai tinggi bagi kita yang bergelimang dosa kecuali mendapat ampunan dariNya. 

Penghujung Ramadan adalah momentum yang sangat luar biasa yang dihadirkan Allah bagi siapa saja umat Islam yang ingin berlomba-lomba untuk mendapatkan ampunan Allah. 

Dalam hadis shahih bukhari dari Abu Hurairah Rasulullah saw bersabda, bahwa Ramadan hingga Ramadan berikutnya terdapat pengampunan dosa yang terdapat antara kedua waktu tersebut. 

Tentu saja hari-hari yang tersisa dari Ramadan adalah kesempatan emas buat kita agar Allah mengampunkan segala dosa kita yang telah berlalu. 

Kita adalah manusia biasa yang tidak terlepas dari dosa. Ada dosa disebabkan karena kealpaan kita menunaikan perintah Allah, seperti meninggalkan salat lima waktu, tidak berpuasa pada bulan Ramadan,  enggan membayar zakat dan lainnya. 

Ada dosa karena kita melanggar larangan Allah seperti berzina dan hal yang mendekatinya, berjudi, minum minuman yang memabukkan, makan riba dan lainnya. 

Syarat kita mendapatkan ampunan dari Allah di bulan Ramadan dengan kita memanfaatkan bulan Ramadan untuk melakukan amal saleh seperti berpuasa selama satu  bulan penuh. 

Rasulullah Saw bersabda: Barangsiapa yang melaksanakan puasa Ramadan dengan penuh keimanan dan keikhlasan maka Allah akan mengampunkan dosanya yang telah berlalu (HR. Bukhari). 

Begitu pula pada malam harinya kita melaksanakan shalat tarawih juga diampunkan oleh Allah akan dosa-dosa kita. Rasulullah saw bersabda: Barangsiapa yang mendirikan shalat malam (tarawih) dengan penuh keimanan dan keikhlasan maka Allah akan mengampunkan dosanya yang telah berlalu (HR  Bukhari). 

Demikian pula halnya kita dapat bertemu dengan malam Lailatul Qadar dan beribadah pada malam tersebut juga diampunkan oleh Allah dosa kita. 

Rasulullah saw bersabda: Barangsiapa yang mendirikan shalat pada malam lailatul qadar dengan penuh keimanan dan keikhlasan maka diampunkan Allah akan dosa yang telah berlalu (HR. Bukhari). 

Syarat utama dimpunkan Allah dosa kita yang telah berlalu adalah dengan mengerjakan puasa Ramadan, shalat tarawih, dan shalat pada malam lailatul Qadar, namun ketiga ibadah ini dikerjakan dengan penuh keimanan dan keikhlasan. 

Imam Al-Khathtabi menjelaksankan makna iman dan ikhlas adalah kita mengerjakan amal-amal tersebut dengan niat dan tekad yang kuat, bahwa dalam melaksanakanya dengan benar dengan berharap pahala dari Allah, dalam keadaan suka mengerjakannya, tenang jiwanya dan tidak dalam keadaan terpaksa dan tidak merasa berat mengerjakannya. 

Disamping mengerjakan amal saleh di atas agar dosa kita dimpunkan oleh Allah dengan kita memperbanyak istighfar kepada Allah di bulan yang penuh dengan ampunan ini dengan memohon ampun kepadaNya secara sungguh-sungguh dengan mengingat dosa-dosa yang telah berlalu dengan penuh penyesalan yang mendalam dan bertekad benar-benar untuk tidak kembali pada dosa tersebut. 

Jika ini kita lakukan maka Allah akan mengampunkan dosa kita. Kalau tidak pada bulan Ramadan yang hanya tersisa beberapa hari lagi kita memohon ampun padaNya bulan apa lagi yang kita tunggu? 

Adakah bulain lain yang lebih baik dari bulan Ramadan? 

Maka mari kita gunakan kesempatan ini, mumpung masih diberikan umur oleh Allah bertemu Ramadan tahun ini. 

Apakah semua orang yang memiliki kesempatan bertemu Ramadan diampunkan dosanya, tentu tidak! Rasulullah Saw bersabda, pernah suatu ketika Jibril mendatangiku, ia berkata: Wahai Muhammad, barangsiapa yang dapat bertemu dengan Ramadan lalu dia mati, Allah belum mengampunkan dosanya, maka ia dimasukkan kedalam api neraka dan dijauhkan dari RahmatNya, katakanlah Amin, maka aku mengaminkan (HR. Ibnu Hibban).  

Semua kita akan kembali kepada Allah sesuai ajal kita masing-masing, mati datang secara tiba-tiba. Tidak ada harapan terbesar buat kita bersama kecuali Allah mengampunkan dosa kita sebelum ajal tiba. Mari gunakan kesempatan tersisa di penghujung Ramadan ini untuk mendapatkan ampunan Allah. []

*) Penulis adalah Ketua Prodi Manajemen Dakwah FDK UIN Ar-Raniry
Komentar
Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE. #JernihBerkomentar
  • [Opini] Mendambakan Ampunan di Penghujung Ramadan

Terkini

Iklan