Iklan

terkini

[Sudut Pandang] IDEALIS

Redaksi
Senin, Oktober 10, 2022, 12:24 WIB Last Updated 2022-10-10T05:24:05Z
Oleh : Hamdani, S.E ,M.S.M*)

Hari ini Senin, 10 Oktober 2022 saya tergelitik untuk mengemomtari sebuah status Facebook salah seorang kawan saya, karena ia menyentil tentang idealisme seseorang. Saya bertanya, apa sih idealis yang dia maksud? Jangan-jangan karena seseorang tak merasa di kelompoknya, maka orang lain dijudge tak idealis. Atau dia merasa dirinya yang paling idealis, sehingga orang lain semua tak idealis. Bisa saja kan demikian?

Kalau idealis yang dia maksud berdasarkan perasaannya sendiri, maka sulit mengukur tentang makna dari idealis itu sendiri. Karena akan kabur maknanya.

Karena saat ini semua orang merasa dirinya idealis, juga mengklaim dirinya idealis. Terutama orang-orang yang sedang berada di luar sistem, sebaliknya, orang-orang yang sudah berada di dalam sistem, akan di tuding telah menjual idealismenya. "Ka u dalam" (sudah di dalam-pen). Begitulah saling tuding menuding kerap terjadi antara yang dituduh tidak idealis dan idealis. Lucunya padahal kadang-kadang (tanpa disadari) dua-duanya tak idealis hehe.

Pokoknya, kalau sudah berani melawan penguasa, berani berbeda dengan kekuasaan, tak mau ambil uang, tak berproyek, selalu miskin, tak mau ditraktir, menolak jabatan, itulah orang yang idealis menurut persepsi orang-orang itu.

Dari beberapa referensi yang saya baca, menyebutkan bahwa makna idealis adalah adalah sebuah istilah yang digunakan pertama kali dalam dunia filsafat oleh Leibniz pada awal abad 18. ia menerapkan istilah ini pada pemikiran Plato, seraya memperlawankan dengan materialisme Epikuros.

Juga disebutkan bahwa idealis adalah orang yang bertindak berdasarkan pengalaman empiris yang unik, pikiran, dan cita-cita tinggi untuk mencapai hasil maksimal. Ia juga bersikap seperti itu, karena memiliki keyakinan yang kokoh atas persoalan yang sedang ditangani.

Beranjak dari definisi di atas, disebutkan bahwa orang yang idealis artinya adalah orang yang tetap pendirian, punya pendirian terhadap setiap persoalan yang dihadapi. Jadi kalau ada demikian, maka idealis lah Anda. 

Jadi tak perlu merasa paling idealis dan menuding orang tak idealis. Hanya karena berbeda dalam melihat sebuah objek. 

Demikian menurut saya, selanjutnya pemilik kebenaran adalah Allah SWT, hanya kepada pemilik semesta kita berserah. Kalau salah maka saya yang khilaf. Kalau benar, maka kebenaran ini terilhami dari  pemilik kebenaran sejati. 

Mohon maaf bila ada yang tak nyaman dengan tulisan ini, karena tulisan ini hanyalah opini pribadi, dari SUDUT PANDANG saya yang penuh kekurangan dan tak merasa diri orang yang idealis. Tetap lah tersenyum buat dunia. Mari. []

*) Penulis adalah jurnalis yang juga berkhidmat sebagai dosen di sebuah perguruan tinggi.

Perhatian: Semua tulisan pada Rubrik SUDUT PANDANG bukanlah lah produk jurnalistik, juga tidak mewakili pandangan Redaksi Juang News. Untuk itu, setiap tulisan yang dimuat di rubrik SUDUT PANDANG itu menjadi tanggung jawab pribadi si penulis. Karena sesuai nama rubrik, semua konten dari tulisan tersebut, merupakan opini pribadi dari sudut pandang personal penulis. Demikian. []
Komentar
Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE. #JernihBerkomentar
  • [Sudut Pandang] IDEALIS

Terkini

Topik Populer

Iklan