Iklan

terkini

Alumni D2 GPAI Almuslim 2001 Kunjungi Muhardi, Beri Dukungan Moril

Redaksi
Jumat, September 11, 2026, 08:40 WIB Last Updated 2026-09-11T01:41:01Z
Belasan guru yang merupakan alumni D2 Guru Pendidikan Agama Islam (GPAI) Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Almuslim Peusangan tahun 2001, yang kini bernama Universitas Islam Aceh, mengunjungi kediaman Muhardi sebagai bentuk solidaritas, Kamis (10/9/2026) kemarin. (Foto/Ist)

Bireuen - Belasan guru yang merupakan alumni D2 Guru Pendidikan Agama Islam (GPAI) Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Almuslim Peusangan tahun 2001, yang kini bernama Universitas Islam Aceh, mengunjungi kediaman Muhardi sebagai bentuk solidaritas, Kamis (10/9/2026).

Muhardi mengatakan, kedatangan sahabatnya untuk bersilaturahmi serta memberikan penguatan moril kepadanya dalam menghadapi proses hukum yang sedang dijalani.

"Sejumlah rekan kuliah saya dulu datang berkunjung. Mereka sekarang juga menjadi guru, bahkan ada yang bertugas sebagai pengawas sekolah," ujar Muhardi.

Menurutnya, dukungan dari para sahabat tersebut menjadi sesuatu yang sangat berarti di tengah persoalan yang sedang dihadapinya.

Selain memberikan dukungan kepada Muhardi, para alumni juga berharap kasus yang dialami tersebut dapat menjadi momentum bagi semua pihak untuk semakin serius memperkuat perlindungan dan kepastian hukum bagi guru dalam menjalankan tugasnya sebagai pendidik.

Muhardi menyampaikan kembali pesan yang disampaikan salah seorang rekannya, Dr. Lusi Tetrasari, M.Pd., yang kini bertugas sebagai pengawas sekolah pada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Bireuen.

"Kekuatan hukum serta perlindungan terhadap guru harus menjadi perhatian dan prioritas," kata Muhardi mengutip pesan Lusi.

Masih menurut Lusi, perlindungan tersebut bukan berarti memberikan kekebalan hukum tanpa batas, melainkan memastikan guru memperoleh rasa aman dan keadilan ketika menjalankan tugas profesionalnya sesuai aturan.

"Jangan sampai guru takut mendidik karena takut dipidanakan. Jangan sampai pula anak-anak kehilangan sosok yang membimbing dan mengayomi mereka," demikian kata Muhardi, mengulangi ucapan sahabatnya.

Muhardi merupakan guru MIN 53 Bireuen yang telah ditetapkan sebagai tersangka setelah dilaporkan oleh seorang wali murid terkait dugaan pemukulan terhadap seorang siswa.

Peristiwa itu menarik perhatian sejumlah organisasi guru dan kalangan pendidik di Kabupaten Bireuen. Tidak terkecuali para sahabat Muhardi yang seangkatan saat kuliah. [Hamdani]
Komentar
Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE. #JernihBerkomentar
  • Alumni D2 GPAI Almuslim 2001 Kunjungi Muhardi, Beri Dukungan Moril

Terkini

Iklan