Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Dody Hanggodo turun langsung meninjau pembangunan Sekolah Rakyat Aceh 1 di Kota Lhokseumawe, pada Selasa, (05/05/2026). (Foto/Ist)
Lhokseumawe — Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Dody Hanggodo turun langsung meninjau pembangunan Sekolah Rakyat Aceh 1 di Kota Lhokseumawe, pada Selasa, (05/05/2026).
Kunjungan ini dilakukan untuk memastikan proyek strategis bidang pendidikan tersebut berjalan sesuai target.
Berdasarkan laporan di lapangan, progres pembangunan sekolah tersebut saat ini telah mencapai 54 persen. Menteri PUPR menekankan pentingnya percepatan pekerjaan dalam sisa waktu pelaksanaan, namun tetap menjaga kualitas konstruksi.
Proyek Sekolah Rakyat Aceh 1 dikerjakan oleh PT PP – WIKA KSO sebagai pelaksana kontruksi dengan nilai pagu anggaran pemenang tender sebesar Rp 782 milyar lebih.
Pengawasan manajemen konstruksi dilakukan oleh konsultan KSO yang terdiri dari Elsadai Servo Cons, MC, dan Visiplan Konsultan.
Dalam kunjungan itu, Menteri turut didampingi unsur Satker, Dirjen, dan PPK selaku pihak yang berperan dalam pengendalian proyek.
Menteri menyampaikan bahwa kontrak pekerjaan dijadwalkan berakhir pada 20 Juni 2026, dengan sisa waktu sekitar 83 hari, sehingga percepatan menjadi hal yang mendesak.
“Seluruh pekerjaan harus terus dipacu agar sesuai target kontrak, namun kualitas tetap menjadi prioritas utama yang tidak boleh diabaikan,” ujar Menteri.
Pembangunan Sekolah Rakyat Aceh 1 merupakan bagian dari komitmen pemerintah untuk memperluas akses pendidikan yang layak. Sekolah ini dirancang mencakup jenjang SD, SMP, dan SMA serta dilengkapi fasilitas pendukung untuk menunjang proses belajar mengajar. [Hamdani]


