TA Khalid: Rakyat Aceh harus Kompak, Supaya Jakarta Menghargai Aceh

Bireuen – Anggota Komisi IV DPR-RI TA Khalid mengatakan bahwa seluruh komponen masyarakat Aceh harus kompak, jika tidak kompak maka Jakarta tak akan pernah menghargai Aceh. Hal tersebut diungkapkan politisi Gerindra pada juangnews.com  dalam rangka mengjadiri acara Milad ke-3 Duta Bireuen Cummunity (DBC) Minggu, (29/12/2019) di Matangglumpangdua, Kabupaten Bireuen.

“Kita di Aceh harus kompak, karena Jakarta tak akan takut sama Aceh jika kita di Aceh tidak kompak, oleh sebab itu jika ingin dihargai Jakarta, seluruh komponen di Aceh harus bersatu padu,” pesan Khalid.

Ia juga mengatakan bahwa pihaknya yang mewakili Aceh, baik anggota DPR-RI maupun DPD telah membentuk Forum Bersama (Forbes), yang tujuannya adalah untuk memikirkan Aceh.

“Kami di Jakarta di DPR-RI dan DPD telah membentuk forum bersama dalam rangka memikirkan Aceh. Kami di Forbes juga terus membicarakan kewenangan Aceh yang harus lebih mandiri. Ini menjadi tugas kita bersama.,” ujar Khalid.

“Kami anggota Forbes ada 20 orang di DPR Ri dan DPD. Mohon dukung kami. Krena tanpa dukungan masyarakat keberadaan kami juga tak akan bermakna. Kami juga saat ini sedang berjuang supaya Forbes kompak. Jakarta akan segan sama orang Aceh kalau kita semua kompak,” lanjutnya.

Sementara itu menurut Khalid, dalam rangka revisi UUPA yang sudah masuk Prolegnas pihaknya yang menjadi wakil rakyat berharap supaya dana Otsus bisa diperpanjang.

“Kita berharap dalam revisi UUPA dana otsus bisa diperpanjang. Oleh sebab itu, supaya perubahan UUPA lebih sempurna harus ada naskah akademik yang baik. Ini menjadi tugas pemerintah daerah dan semua komponen. Baik praktisi maupun akademisi,” ungkap Khalid.

Dalam kesempatan itu, khusus kepada komunitas DBC Khalid berharap komunitas DBC menjadi perekat, dalam rangka merajut perbedaan menjadi kekuatan.

“Saya berharap DBC terus merangkul elemen-elemen lain untuk mempersatukan Aceh,” harap Khalid.

Disinggung alasannya memilih Komisi IV di DPR-RI yang membidangi masalah pertanian, perikanan, kehutanan. Ia mengatakan karena umumnya masyarakat Acrh adalah petani. Maka di komisi ini ia bisa membela nasib petani.

“Rakyat Aceh yang umumnya petani maka saya berminat untuk memilih di Komisi IV. Ada orang kita tiga orang di Komisi IV. Insya Allah kami akan bekerja maksimal untuk kesejahteraan petani,” tutur Khalid.

“Sebagai manusia biasa saya ada kekurangan, maka oleh sebab itu saya berharap saya dibantu informasi supaya saya tahu permasalahan di Aceh. Tanpa suplay informasi, di Jakarta saya tak tahu mau ngomong apa,” pungkasnya. [Hamdani]

Publisher: Hamdani