PPMN Didukung USAID dan Internews Bentuk Jurnalisme Warga di Kabupaten Bireuen

Bireuen – Perhimpunan Pengembangan Media Nusantara (PPMN) Jakarta, didukung oleh USAID dan INTERNEWS akan membentuk Jurnalisme Warga (JW) di Kabupaten Bireuen. Upaya membentuk JW ini adalah untuk mendorong transparansi di bidang pendidikan, kesehatan dan administrasi kependudukan di Kabupaten Bireuen, hal ini diungkapkan Murni M. Nasir yang merupakan koordinator Jurnalisme Warga Kabupaten Bireuen.

“Ini adalah program mendorong transparansi di bidang pendidikan, kesehatan dan administrasi kependudukan di Kabupatrn Bireuen,” kata Murni.

Tambah Murni yang dulunya aktif dalam kegiatan advokasi anti korupsi ini, bahwa JW bukan merupakan program baru, tapi sudah dibentuk semenjak 2017 lalu, cuma awalnya ruang lingkupnya hanya di level desa.

“Kami sudah berkiprah dari tahun 2017 lalu, konsep awal lebih kepada jurnalis warga di level gampong. Kami melihat skopenya terlalu kecil, dan ini belum bisa mengakomodir 609 gampong di Kabupaten Bireuen,” ungkap Murni.

“Kita juga butuh universitas dan komunitas, karena kita tak lagi bermain di level gampong, tapi sudah di level kabupaten. Untuk itu perlu penguatan kapasitas, seperti workshop dan pelatihan,” lanjutnya.

Di hadapan beberapa perwakilan komunitas yang akan direkrut untuk menjadi jurnalisme warga, seperti mahasiswa, ormas dan OKP, pada Sabtu, (27/3/2021) Murni mengatakan, selama ini keberadaan JW masih dicurigai di desa.

“Keberadaan JW terkadang salah dipahami oleh banyak gampong, seakan-akan keberadaan JW adalah untuk memata-matai kegiatan di gampong. Padahal bukan itu tujuannya,” ujar Murni.

“Keberadaan JW adalah positif, untuk memberi advokasi kepada warga, dimana nanti laporan warga akan bisa jadi informasi dan rujukan awal pemerintah dalam membuat kebijakan. Jadi untuk lebih terarah, kali ini kami bekerjasama dengan PWI warga akan diberi pelatihan oleh PWI,” terang Murni.

Sementara itu Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Bireuen Suryadi menyambut baik kegiatan yang digagas PPNM tersebut.

“Kami dari PWI diminta oleh PPNM diminta untuk membantu dan membina JW. Kita harapkan program ini lancar, kami dari PWI mendukung penuh.
Apalagi saat ini jurnalistik tidak hanya digeluti oleh mereka yang berprofesi wartawan. Tapi hampir setiap warga tanpa menyadari sudah melakukan fungsi jurnalistik. Seperti halnya status-status di media sosial,” kata Suryadi.

“Cuma selama ini penulis status di medsos tak terarah, untuk itu perlu diarahkan dengan baik dan benar. Sehingga berguna bagi kepentingan masyarakat,” tambahnya.

Dalam kesempatan itu Suryadi menegaskan bahwa keberadaan JW bukan sebagai wartawan, jadi mereka tak akan dilatih untuk jadi wartawan, tapi pihaknya hanya akan melatih warga untuk bisa membuat laporan dengan benar, sesuai dengan standar Kode Etik Jurnalistik.

“JW tidak dimaksudkan untuk jadi wartawan, tapi setidaknya warga bisa memahami kode etik jurnalistik dasar. Sehingga laporan yang dibuat jadi lebih terarah,” pungkas Suryadi menegaskan.

Pantauan juangnews.com perwakilan yang hadir dalam kegiatan sosialisasi, konsolidasi dan rekrutmen JW adalah dari Diskominsa Kabupaten Bireuen, PWI, Karang Taruna, KNPI, akademisi dan mahasiwa, Sekolah Anti Korupsi (SAK) Bireuen, perwakilan tokoh perempuan dan P3MD Kabupaten Bireuen. [Hamdani]

Publisher: Hamdani