PNL Gelar Workshop Penyusunan Kurikulum Berbasis OBE

Lhokseumawe – Politeknik Negeri Lhokseumawe (PNL) sebagai salah satu Perguruan Tinggi Negeri yang berbasis vokasi terus mengembangkan diri, salah satunya dengan penyesuaian kurikulum yang sesuai dengan kebutuhan industri. Sehingga lulusannya bisa menjadi tenaga kerja yang siap pakai.

Hal ini diungkapkan Direktur PNL Rizal Syahyadi, ST.,M.Eng dalam sambutannya saat membuka kegiatan Workshop Penyusunan Kurikulum Pendidikan Tinggi dengan Pendekatan Outcome Based Education (OBE) pada Kamis, (14/11/2019) yang digelar selama dua hari 14-15 Nopember 2019 di Ruang Rapat Direktur PNL.

“PNL adalah berbasis vokasi, jadi lebih banyak praktik. Supaya lulusan kita menjadi pekerja yang siap pakai,” kata pria yang sering dipanggil Didi ini.

“Untuk itu, jika membuat kurikulum jangan copy paste dari non vokasi atau universitas. Karena konsep pendidikan kita beda dengan mereka. Jadi tolong kalau buat kurikulum harus sesuai dengan vokasi,” lanjutnya di hadapan puluhan peserta workshop yang merupakan dosen PNL yang berasal dari enam jurusan di lingkungan PNL.

Informasi yang diterima media ini dari Rusli, SST.,MT yang merupakan salah seorang panitia dari Pusat Pengembangan Pembelajaran dan Penjaminan Mutu (P4M) PNL, kegiatan workshop dua hari tersebut menghadirkan seorang sebagai pemateri.

“Hanya seorang pemateri yang kami hadirkan, yaitu Dr. Ir. Syamsul Arifin, MT yang berasal dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember. Beliau merupakan pemateri yang sangat berkompeten di bidangnya, karena salah seorang Tim Ahli Kurikulum vokasi Kemenristekdikti,” jelas Rusli.

Dalam pemaparan materinya Syamsul Arifin mengatakan bahwa OBE adalah metode pembelajaran yang memiliki fokus pada luaran capaian pembelajaran.

“OBE menekankan supaya capaian pembelajaran dapat dipenuhi dari aspek pengetahuan, keterampilan dan sikap sesuai keadaan sosial, ekonomi dan budaya akademik,” papar salah seorang Tim Kurikulum ITS ini. [Hamdani]

Publisher: Hamdani