Kondisi Parkir Semrawut di Kecamatan Peusangan, Camat Janji Akan Menindak Lanjuti

Bireuen – Semrawutnya kondisi parkir di Kabupaten Bireuen tidak hanya terjadi di Kota Bireuen sebagai ibukota penghasil keripik pisang tersebut, tetapi juga nyaris terjadi di kecamatan-kecamatan yang ada di kabupaten pemekaran Aceh Utara itu. Sebut saja misalnya di Kota Matangglumpangdua, yang merupakan Ibukota Kecamatan Peusangan.

Pantauan media ini kondisi parkir di Matangglumpangdua nyaris tidak tertata dengan baik, hampir di semua sudut kota diberlakukan jasa parkir yang entah resmi atau liar. Juga hampir disemua pintu ruko pedagang dikenakan jasa parkir, tentu ini sangat memberatkan masyarakat. Hal ini seperti pengakuan Muliadi (43), salah warga kecamatan tersebut.

“Banyak sekali kutipan parkir di Matangglumpangdua, sebentar saja kita parkir sudah diminta jasa parkir. Ini tentu sangat memberatkan,” keluhnya.

Kondisi lain lagi diperparah dengan kondisi perparkiran yang menganggu fasilitas umum lainnya, hal ini seperti yang dipantau oleh media ini, pada Senin, (22/06/2020). Dimana terlihat di halaman sebuah bank milik pemerintah yang terletak di Jalan Banda Aceh-Medan tukang parkir malah meletakkan pot bunga sebagai batas parkir hampir di tengah badan jalan nasional tersebut. Kondisi ini selain sangat sudah menganggu para pengguna jalan juga sangat membahayakan pengguna jalan lainnya, apalagi tidak jauh dari perparkiran tersebut ada simpang jalan dua jalur.

“Ini sangat mengganggu sekali juga berbahaya, mereka suka-sukanya saja mengutip parkir,” rutuk salah seorang warga sekitar yang namanya tidak mau ditulis di media ini.

Media ini yang mencoba menghubungi Ibrahim, S.Sos yang merupakan Camat Peusangan sekira pukul 14.15 WIB memperoleh keterangan bahwa kondisi demikian belum diketahui pihaknya.

“Saya belum tahu kondisi tersebut, baru ini ada yang melapor ke saya,” kata camat yang baru beberapa bulan tersebut bertugas di Kecamatan Peusangan.

Meski demikian, otoritas di Kecamatan Peusangan tersebut mengaku akan segera menindak lanjutinya.

“Saya akan tindak lanjuti kalau sudah menganggu seperti ini,” janji Ibrahim.

Sekedar informasi, kondisi penggunaan badan jalan sebagai lahan parkir bukan hanya terletak di depan bank tersebut, tapi juga dilakukan tukang parkir di sebelah selatan Jalan Banda Aceh-Medan, tepatnya di deretan pedagang Sate Matang dan yang sangat parah terjadi pada hari pekan yakni pada Kamis.

Mudah-mudahan secepatnya ditindaklanjuti seperti janji camat setempat.  [Hamdani]

Publisher: Hamdani