Komunitas Sepeda GEMBIRA, Sehat Didapat Amal Diraih

Bireuen – Komunitas sepeda yang bergabung dalam Goweser Mountain Bireuen Aceh (GEMBIRA) hampir saban minggu melakukan gowes bersama (gobar), tetap ada yang berbeda dengan gobar kali ini, yaitu mereka berolahraga sambil beramal, yakni dengan membagikan sembako kepada fakir miskin sepanjang rute gobar yang mereka pilih.

Hal ini sebagaimana yang diungkapkan salah seorang pendiri komunitas GEMBIRA Muamar Kadafi pada juang. pada Minggu, 8 Maret 2020 pagi.

“Kami komunitas GEMBIRA ingin berolahraga sambil beramal, jadi untuk itu kawan-kawan dari komunitas dan beberapa orang partisan yang peduli terhadap fakir miskin juga ikut menyumbang sembako untuk dibagikan,” kata Kadafi.

Lanjut Kadafi, kegiatan yang dilakukan pihaknya juga didukung penuh oleh Polsubektor Kecamatan Kutablang, Kabupaten Bireuen.

Penyerahan sembako pada warga miskin (foto/ha

Penyerahan sembako pada warga miskin (foto/hamdani)

“Kegiatan bagi-bagi sembako ini juga didukung penuh Kapolsubsektor Kecamatan Kutablang, bahkan beliau juga ikut serta gowes bersama kami tadi pagi serta ikut menyerahkan paket sembako kepada yang berhak,” terang Kadafi.

Apa yang diungkapkan Kadafi ternyata diamini Kapolsubsektor Aiptu Jusman, hal ini sebagaimana diungkapkannya pada media ini.

“Benar, saya mendukung penuh kegiatan ini. Saya berharap kegiatan ini juga didukung oleh pemerintah daerah,” ujar Jusman.

“Selain itu saya rasa kegiatan yang dilakukan anak-anak muda ini memang sangat bermanfaat, karena dengan berolahraga akan mempunyai manfaat yang positif buat tubuh, juga akan menjauhkan dari narkoba,” lanjutnya.

Pantauan media ini yang ikut serta dalam rombongan, sepanjang rute gobar yakni di pedalaman Kecamatan Kutablang secara kasat mata masih terlihat kantong-kantong kemiskinan. Indikasi ini terlihat dari rumah-rumah penduduk yang belum layak huni, kemudian ditambah dengan infrstruktur jalan yang belum.beraspal.

Rute yang ditempuh hari ini masih diseputaran Paya Nie yang merupakan waduk alam yang terkenal itu, setidaknya ada beberapa desa yang dilalui oleh komunitas pesepeda untuk menyerahkan bantuan, seperti Gampong Paloh Peuradi dan Gampong Paloh Raya yang keduanya terletak di Kecamatan Kutablang, Kabupaten Bireuen.

Salah seorang penerima bantuan sembako M. Jamil Mahmud (64) mengaku sangat terharu dan berterinakasih telah diberikan bantuan sembako.

“Saya sangat berterimakasih, mudah-mudahan pemberian ini ikhlas dan mendapat balasan pahala,” ujar pria paruh baya ini dengan nada haru.

“Bukan hanya komunitas semacam ini, tapi mudah-mudahan pemerintah juga lebih peduli kepada masyarakat miskin,” lanjut pria yang mengaku pernah jadi Keuchiek Paloh Peuradi pada saat konflik, yang kini hanya bisa meringkuk tak berdaya di balai-balai depan rumahnya akibat sakit yang menderabya.

Rasa syukur ketika menerima sembako juga diungkapkan Nurleili (30) yang merupakan penduduk miskin di Gampong Paloh Raya.

“Alhamdulillah telah dibantu, terimakasih mudah-mudahan mendapat balasan pahala dari Allah,” ujar wanita tiga anak ini dengan nada bergetar.

Melihat fenomena kemiskinan di Kabupaten Bireuen tersebut, ini menjadi PR buat Pemerintahan Kabupaten Bireuen dalam hal pemerataan anggaran pembangunan supaya lebih menyentuh kantong-kantong kemiskinan. Semoga. [Hamdani]

Publisher: Hamdani