KNPI Diminta Dongkrak Posisi dan Pertajam Peran

Bireuen – Sebagai organisasi tempat berhimpun, Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Bireun diminta untuk mendongkrak kembali posisi dan mempertajam perannya, yaitu dengan melakukan revitalisasi dan re-orientasi organisasi, sejalan dengan dinamika generasi muda dan perubahan masyarakat masa kini. Harapan tersebut disampaikan Boihaqqi Muchdijah yang merupakan mantan Bendahara Pengurus Besar Pelajar Islam Indonesia (PB PII), pada juangnews.com Jumat, (2/4/2021).

“Revitalisasi dimaksudkan untuk memperkuat sendi-sendi organisasi. Sedangkan reorientasi dibutuhkan sebagai upaya untuk merumuskan kembali fungsi dan peran KNPI Kabupaten Bireuen secara kongkret di tengah-tengah masyarakat yang tengah dan terus berubah,” kata pria berkacamata yang sering dipanggil Boi ini.

Menurut Boi, hal tersebut didasari keterlibatan KNPI dalam program-program pembangunan yang dilaksanakan pemerintah dewasa ini, terkesan lebih bersifat rutinitas. Tidak adanya terobosan-terobosan baru yang menggugah dinamika dunia kepemudaan dan masyarakat pada umumnya.

“Padahal saat ini dan ke depan tantangan dan persaingan semakin kompetitif. Bukan saja antar pemuda di daerah ini, di Provinsi Aceh dan di tanah air, tetapi juga dengan pemuda dari negara lain,” jelas Boi.

Untuk itu ke depan, sambung Boi, KNPI Bireuen harus semakin menunjukan dan membuktikan eksistensi dan perannya, bukan hanya pada kegiatan berupa ‘lips service’ tetapi kegiatan-kegiatan yang menjadi kebutuhan dan harapan bagi seluruh generasi muda.

“KNPI diharapkan mampu berperan menjadi perekat persatuan, khususnya antar sesama pemuda. KNPI harus dapat memposisikan diri sebagai mitra bagi pemerintah dalam upaya mensukseskan pembangunan, mencari ide-ide solutif bagi alternatif pemecahan masalah – masalah kemasyarakatan dan pembangunan,” papar Boi.

“KNPI harus menjadi pusat informasi kepemudaan dan wadah tukar ide dan gagasan dalam upaya untuk ikut memberi solusi kepemudaan dan daerah. KNPI juga harus mengubah dirinya menjadi mediator dan fasilitator sekaligus sebagai aktor bagi pengembangan potensi ekonomi dan enterpreunership, seni budaya dan kreatifitas yang dimiliki kaum muda di daerah ini,” pangkas Boi. [Hamdani]

Publisher: Hamdani