Kata Manager PLN UP3 Lhokseumawe, Alumni PNL Banyak Duduki Posisi Strategis di PLN

Lhokseumawe – Manager Perusahaan Listrik Negara (PLN) UP3 Lhokseumawe Heru Eriady dalam paparannya di Acara Webinar “PNL Dimata Pemerintah dan IDUKA (Industri, Dunia Usaha dan Dunia Kerja)” Senin (19/10/2020) mengatakan bahwa saat ini banyak alumni Politeknik Negeri Lhokseumawe (PNL) yang sudah mengisi posisi strategis di PLN UP3 Lhokseumawe.

“Banyak alumni PNL yang sudah menduduki posisi strategis di PLN, diantaranya saya sendiri selaku Manager PLN UP3 Lhokseumawe, Manager Bagian dua orang, Pejabat Pelaksana tiga orang, Supervisor tiga orang, Engineer dan Analys ada tiga orang,” papar Heru.

“Ini menunjukkan alumni PNL bisa bersaing dengan lulusan perguruan tinggi lainnya. PLN UP3 Lhokseumwe sendiri memiliki wilayah kerja 5 Kabupaten/ Kota diantaranya Kota Lhokseumawe, Kabupaten Aceh Utara, Bireuen, Bener Meriah dan Aceh Tengah dengan 11 Unit Layanan Pelanggan (ULP) dan 1 Unit ULPLTD,” lanjutnya.

Lebih lanjut, Heru menambahkan bahwa PLN UP3 Lhokseumawe memiliki Rumah Kreatif BUMN yang menaungi 215 UMKM yang bekerjasama dengan PNL sebagai konsultan pengembangan UMKM. Selain itu mahasiswa PNL juga mendapat kesempatan untuk mengikuti Program Magang Mahasiswa Bersertifikat (PMMB), maupun direct internship melalui SDM PLN UP3 Lhokseumawe dengan memberikan Sertifikat Unit Setempat.

“Karena kondisi pandemi, PKL mahasiswa PNL tahun ini yang diterima hanya 40 mahasiswa, jika tahun-tahun sebelumnya bisa mencapai 3 sampai 5 kali lipat”, pungkas Heru.

Sementara Wakil Walikota Lhokseumawe Yusuf Muhammad sebagai narasumber lainnya, dalam paparannya menyampaikan bahwa PNL dengan mengusung Motto Eleumee Beule Adab Beuna telah memberikan sumbangsih kepada bangsa dan negara berupa lulusan-lulusan terbaik yang telah bekerja di sektor usaha, industri, pemerintahan dan entrepreneuer sukses. Menurutnya di Pemko Lhokseumawe ada beberapa alumni PNL yang telah mengisi posisi Eselon II.

“Salah satu upaya dalam menyambut investasi industri di Kota Lhokseumawe, Pemko Lhokseumawe menggunakan metode yaitu Nyang Goeh Ta Peuna, Nyang Kureung Ta Peugeut, Nyang Goet Tajaga, yaitu menyiapkan tenaga skill/tenaga terampil untuk generasi muda Lhokseumawe salah satu bekerjasama dengan instusi pendidikan negeri/swasta melalui program pelatihan dan magang sehingga mampu menghasilkan tenaga kerja yang terampil dan handal. Untuk itu peran dari PNL sangat kami harapkan ke depan,” ungkap Wakil Walikota.

Sementara itu Nur Sa’adah Pimpinan Cabang BNI Syariah Lhokseumawe mengatakan bahwa saat ini pola kerjasama PNL dengan BNI Syariah sudah berjalan dengan baik salah satunya untuk Program Magang dan PKL mahasiswa maupun bidang lainnya.

“Alhamdulillah banyak alumni PNL yang sudah bekerja di BNI Syariah,” kata Nur Sa’dah.

Sementara itu, Direktur PNL Rizal Syahyadi melalui Wakil Direktur II Nanang Prihatin, S.Kom.,M.Kom dalam sambutannya mengatakan, PNL memiliki komitmen yang sangat kuat dalam rangka menghasilkan lulusan yang unggul, terampil dan professional, seiring sejalan dengan kebutuhan IDUKA dewasa ini, salah satu keunggulannya, ketika mahasiswa lulus dari PNL, mereka bukan hanya menerima ijazah dan transkrip, tetapi mereka juga akan diberikan Sertifikat Kompetensi atau Sertifikat Pendamping Ijazah oleh Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) PNL lisensi Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP).

Untuk beberapa Program Studi yang memiliki kelas kerjasama dengan Industri seperti PT Perta Arun Gas, PT Pertamina Hulu Energi NSB & NSO dan PT Pupuk Iskandar Muda serta beberapa perusahaan BUMN lainnya, mereka juga memiliki pengalaman industri selama dua semester dan satu semester. Ungkap Nanang, tentunya ini menjadi selling point atau nilai tawar bagi lulusan PNL dalam mengisi posisi professional di berbagai perusahaan dan industri.

Seiring usianya yang sudah mencapai 33 tahun pada tanggal 5 oktober 2020 yang lalu, PNL terus berbenah diri menuju Perguruan Tinggi Vokasi yang mandiri, unggul dan global sesuai dengan Visi dari PNL itu sendiri.

“Ada beberapa capaian yang sudah diraih oleh PNL di level nasional saat ini. Terutama peringkat webometric. Alhamdulillah Webometric kita mendapat peringkat ke dua nasional untuk kategori Perguruan Tinggi Vokasi Negeri,” papar Nanang.

“Begitu juga dengan pendanaan untuk penelitian dan pengabdian dosen, program kreativitas mahasiswa, perlombaan mahasiswa di even nasional serta pelaksanaan program kerjasama dengan beberapa kementerian baik dengan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif dan Kementerian Komunikasi dan Informatika serta program peningkatan kapasitas SDM dengan beberapa lembaga dan industri,” pungkas Nanang.

Koordinator Humas dan Kerjasama PNL yang merangkap Ketua Pelaksana Webinar Muhammad Hatta mengatakan, bahwa kegiatan webinar ini disupport dan didanai oleh Kemendikbud melalui Direktorat Kemitraan dan Penyelarasan Dunia Usaha dan Dunia Industri. Tujuannya untuk meningkatkan hubungan kemitraan atau link and match antara PNL dengan Stakeholders dan IDUKA, sehingga terbentuk pola kerjasama yang bersinergi, serta mengedepankan konsep mutual benefit antara institusi pendidikan tinggi vokasi dalam hal ini PNL dengan stakeholders maupun IDUKA.

“Hal ini tentunya seiring sejalan dengan RPJMN 2020-2024, dimana pembangunan sumber daya manusia / human capital development melalui pendidikan dan pelatihan vokasi berbasis pada kerjasama dengan industri, sehingga kemitraan menjadi sebuah keniscayaan untuk tercapainya keselarasan antara pendidikan tinggi vokasi dengan kebutuhan industri itu sendiri,” pungkas Hatta. [Hamdani]

Publisher: Hamdani