Ini Dia Paskibraka Pidie yang Berkharisma

 

Dia adalah Surya Putra siswa teladan SMK 1 Sigli yang dipercayakan sekolahnya untuk terus meningkatkan aktivitas sekolah, dan harus membawa harum nama sekolah di mata masyarakat Pidie dan Indonesia umumnya.  Surya Putra selain sebagai anggota Paskibraka,  juga aktif sebagai Pramuka Kodim, Kader Anti Narkoba, dan Wakil Ketua OSIS pada SMK sekolah yang sedang digelutinya itu. Keyakinan agar dapat mengenakan seragam Paskibraka, bukanlah hal yang mudah untuk menjadi anggota Paskibraka, artinya tidak seperti ibaratnya membalik telapak tangan, tentunya harus berlatih dan berlatih keras dan disiplin yang tinggi serta mampu memahami aba aba pelatih.

Dalam dirinya terpatri jiwa nan kuat untuk tetap mengabdi pada agama, nusa dan bangsa, cita-cita dan harapan yang begitu tinggi terbaca dalam setiap desah nafasnya, dalam setiap derap langkah, dalam bertutur, bersikap, dalam melakukan aktivitas kesehariannya, baik di rumah maupun di tempat umum lainnya.  Terlebih ketika dia dinyatakan lulus dalam penseleksian Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Kabupaten Pidie tahun 2017, bersama puluhan anggota.

“Sekali lagi itu bukan mudah, kesukaran dan kesulitan , saya jalani bersama-sama puluhan teman teman lainnya, yang kemudian mereka menjadi sahabat, ibarat satu tubuh yang tak terpisahkan,” kata Surya Putra.

Menurutnya pada juangnews.com Sabtu, (19/08/2017) jika satu teman sakit yang lain juga merasakannya, begitulah doktrin tegas pelatih, malah jika dalam latihan terdapat kesalahan langkah karena sudah mendekati masa akhir pelatihan maka, tetap kena hukuman jungkir beberapa kali di lapangan rumput yang masih setinggi lutut itu.

“Kami selalu mengenang Stadion Kuta Asan Sigli , tempat kami berlatih sudah menjadi lahan “Pembantaian” oleh senior dan pelatih, artinya penerapan pelatihan baris berbaris berkutat pada lapangan terbuka yang dibakar terik matahari terkadang diguyur hujan. Sebuah tulisan “Aku Cinta Indonesia”, menjadi motivasi kami berlatih. Cuaca yang terkadang tak bersahabat tetap menjadi teman untuk menembus kepekaan dan kegamangan serta “membunuh” budaya malas serta tak konsisten dalam pelatihan PBB itu,” papar Surya Putra menceritakan pengalamannya.

Surya Putra anak pasangan Hasballah-Suryati itu, terlahir dari keluarga sederhana di Tangse, Pidie, 26 September 2000 silam, ia memiliki hasrat kuat untuk berbakti pada orangtua, guru, ustad, teman dan hormat pada semua orang dan kalangan.  Rasa cintanya pada keluarga begitu kuat, malah saat dia sudah dikarantinakan di Mess Pemda, berpesan pada orangtuanya agar neneknya yang sudah tua dan bongkok, jangan pulang dulu ke Tangse, sebelum dirinya mendapatkan  kesuksesan bersama teman mengibarkan dan menurunkan bendera pusaka. [Hasballah]

Editor & Publisher : Hamdani