Edi Obama: Saya sudah Bergabung di Partai Aceh, Mohon Dukungan

Bireuen – Setelah lama tak berkiprah di partai politik, Edi Saputra alias Edi Obama yang merupakan mantan Ketua Partai Demokrat Kabupaten Bireuen, akhirnya berlabuh di partai lokal, yakni Partai Aceh (PA). Kabar ini disampaikan Edi Obama pada juangnews.com Senin, (3/8/2020).

“Saya sudah bergabung di Partai Aceh bang, mohon dukungan. Mudah-mudahan ini adalah pilihan terbaik buat saya, juga mudah-mudahan keberadaan saya berguna buat Partai Aceh dan juga buat masyarakat,” kata Edi Obama.

Adalah Ketua Umum Dewan Pimpinan Aceh (DPA) Partai Aceh, H. Muzakir Manaf alias Mualem secara resmi mempercayakan Edi Obama sebagai pengurus teras DPA Partai Aceh. Tak tanggung-tanggung pria parlente berkacamata ini dipercayakan sebagai Wakil Bendahara Umum.

Pada media ini Edi Obama mengaku ini adalah panggilan jiwanya untuk membesarkan partai lokal, yang awalnya merupakan wadah politik mantan kombatan

“Saya bergabung dengan Partai Aceh karena panggilan hati nurani dan ingin membesarkan partai lokal,” ujar pemilik Obama Market ini.

“Apalagi Partai Aceh merupakan partai lokal yang lahir dari perjuangan panjang rakyat Aceh serta darah para pejuang yang telah mendahului kita. Untuk itu selaku rakyat Aceh sudah sewajarnya saya hari ini untuk ikut bersama berjuang untuk kejayaan Partai Aceh,” lanjutnya.

Pilihan Partai Aceh menempatkan sosok Edi Obama sebagai pengurus teras partai bukanlah hal yang mengejutkan. Diduga ini sudah dikaji terlebih dahulu, sosok ini sudah teruji mampuni, karena selain pengusaha, Edi Obama juga merupakan Ketua PMI Bireuen.

Tetapi langkah Partai Aceh mendapuk Edi Obama menjadi salah seorang pengurus teras Partai Aceh tentunya mengejutkan publik, khususnya di dunia politik, pasalnya sosok pengusaha asal Bireuen tersebut sebelumnya adalah salah satu tokoh yang menyukseskan terpilihnya pasangan Irwandi-Nova di Pilkada 2017 dan nama Edi Obama juga tak bisa dilepaskan dari perannya dalam membesarkan Partai Demokrat di Kabupaten Bireuen. Tapi politik memang demikian, seperti bidak catur, sulit diduga, ke mana arahnya akan dimainkan. Begitulah. [Hamdani]

Publisher: Hamdani