Dosen PNL Latih Masyarakat dalam Pemanfaatan Limbah Pertanian Sebagai Bahan Baku Pakan Ternak Olahan

Lhokseumawe – Program Kemitraan Masyarakat (PKM) yang dilaksanakan oleh sejumlah dosen Politeknik Negeri Lhokseumawe (PNL) yang dilaksanakan di Gampong Paya Penteut, Kecamatan Muara Dua, Pemerintah Kota Lhokseumawe ditujukan untuk meningkatkan kemampuan manajerial pengelolaan Badan Usaha Milik Gampong (BUMG) Banna milik desa tersebut, hal ini diungkapkan Ketua kegiatan PKM Dasmi Husin, SE.M.Si. Ak, CA pada juangnews.com Rabu, (08/07/2020).

“Pelaksanaan kegiatan pengabdian masyarakat melalui BUMG Banna di Gampong Paya Peunteut yang telah berdiri sejak tahun 2017 dengan segmentasi BUMDes bergerak dalam bidang penggemukan sapi,” kata dosen Jurusan Tata Niaga ini.

“Karena melihat prospek usaha yang sangat menjanjikan, namun pengelola BUMDes mengaku selama ini banyak kesulitan yang dihadapi. Di antaranya masalah pakan ternak olahan, studi kelayakan usaha, penyusunan laporan keuangan, marketing, dan manajemen resiko usaha, kurang mereka kuasai, maka kami tergerak hati untuk melatih mereka,” lanjutnya.

Lanjut Dasmi, kegiatan PKM yang mereka lakukan didanai oleh Ristek BRIN Kemdikbud. Dasmi juga menjelaskan bahwa ada dua bidang utama yang menjadi fokus penguatan BUMG Banna, yaitu Produktivitas Usaha dan Manajemen Operasional BUMG.

“Untuk langkah pertama, PNL telah mengadakan pelatihan pemanfaatan limbah pertanian sebagai bahan baku pakan ternak olahan, yakni fermentase dan silase. Pihak yang menjadi instruktur pelatih adalah BUMG Pusaka Indatu Desa Blang Weu Baroh Kecamatan Blang Mangat. Pelatihan tersebut direncanakan akan dilaksanakan dua tahap. Pertama, dilokasi BUMG pendamping, selanjutnya akan dilaksanakan di lokasi BUMG Banna sendiri. Peserta pelatihan berasal dari BUMG Banna Gampong Paya Peunteut,” papar Dasmi.

Tambah Dasmi, untuk mencapai realisasi kegiatan minimal 70 persen, tim instruktur dari PNL terus memacu progress kegiatan. BUMG Banna Gampong Paya Peunteut yang sebelumnya belum memiliki kantor, kini sudah memiliki ruangan kantor yang representatif dengan peralatan mobiler yang memadai.

“Ruangan yang diberikan oleh kepala desa awalnya tidak layak huni, kini setelah kita perbaiki dengan pemasangan instalasi listrik dan pengadaan mobiler terbatas, pengurus BUMDes setempat sudah dapat berkantor dengan nyaman,” ungkap Dasmi yang merupakan putera Manggeng, Aceh Selatan ini.

“Dalam waktu dekat pengurus BUMG akan dilatih konsep marketing, penyusunan laporan keuangan, pelaporan pajak, kearsipan, enterpreneurship, manajemen operasional, dan manajemen resiko usaha. Diharapkan PNL menjadi mitra lewat program kemitraan masyarakat yang didanai oleh Ristek Brin ini,” lanjutnya.

Pantauan media ini pada kegiatan pelatihan pertama Selasa, (07/07/2020) kemarin, kegiatan yang diprakarsai PNL tersebut turut dihadiri oleh Wakil Walikota Lhokseumawe, Yusuf Muhammad, SE., MSM dan tamu undangan lainnya seperti Camat Muara Dua, Camat Blang Mangat, Kepala Dinas Sosial Kota Lhokseumawe, Komandan Koramil Kecamatan Blang Mangat dan sejumlah tamu undangan lainnya.

Pada kesempatan tersebut, Yusuf Muhammad meminta Kampus PNL untuk bersedia mendampingi BUMG yang berada dalam wilayah pemerintahannya.

“Banyak Dana BUMG telah dikucurkan ke desa-desa, namun hasilnya sampai saat ini belum begitu terasa. Mohon Politeknik dapat membantu pengelola BUMG agar lebih berkembang,” harapnya. [Hamdani]

Publisher: Hamdani