Dosen PNL Latih Anak Yatim Membuat Rak Piring Aluminium

Bireuen – Anak-anak yatim terutama yatim piatu memang butuh perhatian, karena tiada lagi penopang dalam hidup mereka, akibat telah ditinggal orangtua. Dilatari pemikiran tersebut, sejumlah dosen Politeknik Negeri Lhokseumawe (PNL) melaksanakan pengabdian kepada masyarakat di Panti Asuhan Muhammadiyah Cabang Gandapura, Kabupaten Bireuen.

Pengabdian yang dilaksanakan merupakan Program Kemitraan Masyarakat (PKM) kegiatan PKM ini didanai oleh Ristek BRIN Kemdikbud yang ditujukan untuk meningkatkan ketrampilan anak asuh. Hal ini diungkapkan ketua kegiatan PKM Hamdani, SST., MT pada juangnews.com Kamis, (22/07/2020).

“Target kami dalam program PKM ketrampilan pembuatan rak piring aluminium adalah terjadi peningkatan pengetahuan dan ketrampilan khususnya bidang perencanaan, pembuatan dan pengelolaan pembuatan rak piring aluminium”. Jelas dosen dari Jurusan Teknik Mesin ini.

“Keterampilan ini sangat menjanjikan, mengingat kebutuhan masyarakat terhadap rak piring terus meningkat dengan harga yang bervariasi. Munculnya konsep dapur minimalis mengharuskan peralatan-peralatan dapur sedianya disimpan di tempat yang sesuai seperti rak piring aluminium,” lanjutnya.

Tambah Hamdani, untuk membantu menyelesaikan permasalahan di Panti Asuhan Muhammadiyah Gandapura, maka dilakukan dengan dua pendekatan.

“Pertama membantu peralatan kerja, dan bahan-bahan, sehingga disatu sisi sudah meringankan beban ekonomi mereka. Peralatan tersebut nantinya dapat digunakan, baik untuk melatih anak asuh lainnya atau mengerjakan rak piring yang dipesan oleh konsumen,” ungkap Hamdani.

“Kedua dengan melaksanakan pelatihan meliputi introduksi tentang mesin dan peralatan, bahan, keselamatan kerja, kemudian cara membuat gambar rak piring, menghitung bahan yang diperlukan, cara memotong bahan-bahan, cara merakit, dan pengerjaan akhir, cara menghitung harga jual, dan pemasaran,” lanjutnya.

Menurut pimpinan Panti Asuhan Panti Asuhan Muhammadiyah Drs. Abd. Muthalib Hamid yang didampingi Jafaruddin, S.Pd.I selaku Kepala SMPIT Muhammadiyah, kegiatan tersebut sangat berguna buat anak-anak didik.

Pantauan media ini, pelatihan tersebut diikuti anak-anak asuh dan dewan guru secara antusias mengikuti pelatihan ini, mengingat kegiatan seperti ini sangat jarang dilaksanakan di panti asuhan.

“Alhamdulillah, kegiatan ini sangat berguna buat anak asuh di panti asuhan, dan kami sangat terbuka untuk kegiatan-kegiatan sejenis dilaksanakan di tempat kami dimasa yang akan datang,” ujar Abd. Muthalib.

Menurut pimpinan Panti Asuhan ini, mengasah keterampilan memang sangat diperlukan, selain mengasah kemampuan di bidang keagaman dan pe didikan formal.

“Diperlukan suatu keterampilan untuk anak asuh sehingga di samping menempuh pendidikan formal dan pengajian, anak asuh juga dapat memberdayakan dirinya sendiri setelah selesai menempuh pemondokan di panti asuhan,” pungkas Abd. Muthalib. [Hamdani]

Publisher: Hamdani