Dosen PNL bantu UMKM Produsen Kopi Gayo Specialty sebagai Produk Unggulan Daerah Kabupaten Aceh Tengah

Lhokseumawe– Sebagai bentuk dari kewajiban Tri Dharma perguruan tinggi, dosen dituntut melakukan pengabdian kepada masyarakat (PKM), selain pengajaran dan penelitian. Pada tahun ini dosen Politeknik Negeri Lhokseumawe (PNL) telah mengimplentasikan program PKM dengan skim Program Pengembangan Produk Unggulan Daerah (PPPUD). Informasi ini diperoleh juangnews.com dari Indra Mawardi, ST, MT yang merupakan Ketua Tim Pengabdian Masyarakat dalam kegiatan tersebut, pada Kamis, (02/07/2020).

Karena kopi merupakan salah satu komoditi hasil perkebunan yang mempunyai peran cukup penting dalam kegiatan perekonomian di Indonesia. Hal ini memicu semangat Indra Mawardi untuk mengembangkannya sebagai produk unggulan.

“Kopi juga salah satu komoditas ekspor Indonesia yang cukup penting sebagai penghasil devisa negara selain minyak dan gas. Provinsi Aceh termasuk salah satu provinsi penghasil kopi terbesar di Indonesia dengan area perkebunan 123,7 ribu Ha, memberi konstribusi 10,27% dari total produksi kopi nasional. Tanaman kopi terluas di provinsi Aceh berada di dataran tinggi Gayo, yaitu kabupaten Aceh Tengah, Bener Meriah, dan Gayo Lues. Kopi arabika adalah jenis kopi yang banyak diproduksi di dataran tinggi Gayo, sehingga kopi arabika terkenal dengan nama kopi Gayo,” jelas Indra Mawardi.

“CV. Nutrisi Aceh yang terletak di Desa Tawar Miko Kecamatan Kute Panang Kabupaten Aceh Tengah, merupakan salah satu UMKM produsen kopi Gayo khususnya jenis Specialty. UMKM ini menjadi mitra PPPUD yang dimenangkan oleh Politeknik Negeri Lhokseumawe, dan yang menjadi ketua dalam kegiatan ini, serta anggota masing-masing Ir, Hanid, MT, A Jannifar, ST, MT, Ph.D dan Safaruddin, SE, M.Si,” tambah Indra Mawardi.

Indra Mawardi mengungkapkan, bahwa CV. Nutrisi Aceh yang didirikan oleh M. Rasid A pada 2008 silam, mempunyai lahan kopi seluas 5 Ha yang dikelola secara intensifikasi dan memproduksi varian kopi premium, antara lain Gayo Specialty Coffee, Peaberry Coffee, dan jenis kopi lainnya.

“Kegiatan PPPUD yang dirancang selama tiga tahun ini bertujuan meningkat kapasitas produksi dan sertifikasi produk sehingga mempunyai daya saing tinggi dalam pasar nasional dan pasar global,” ungkap Indra Mawardi.

Dosen Jurusan Teknik Mesin PNL ini juga menceritakan pada media ini bahwa, pada tahun pertama tim PPPUD PNL telah menyelesaikan permasalahan aspek produksi yaitu dengan penerapan teknologi tepat guna alat pengering kopi sistem knocdown dan mesin penyortir biji kopi.

“Insya Allah, kegiatan ini akan sangat berguna buat masyarakat, ini juga merupakan bentuk pengabdian kami dosen PNL kepada masyarakat,” pungkas Indra Mawardi. [Hamdani]

Publisher: Hamdani