Direktur PNL Gagas Lahirnya Dewan Penasehat Industri

Lhokseumawe – Dalam upaya meningkatkan perannya sebagai Perguruan Tinggi Vokasi Negeri (PTVN) yang menghasilkan lulusan siap pakai, Politeknik Negeri Lhokseumawe (PNL) terus berbenah diri untuk menjadi PTVN yang mandiri, unggul dan global (Manunggal) sesuai dengan visi PNL sendiri. Hal itu disampaikan oleh Direktur PNL Rizal Syahyadi, ST.,M.Eng.Sc dalam Forum Diskusi Online dengan tema “Kontribusi IDUKA (Industri, Dunia Usaha dan Dunia Kerja) dalam Upaya Pengembangan PNL” kerjasama PNL dengan Direktorat Kemitraan dan Penyelarasan Dunia Usaha dan Dunia Industri Kemendikbud”. Kamis (22/10/2020).

Lebih lanjut pria berkacamata yang sering disapa Didi ini mengatakan bahwa Direktorat Jenderal Pendidikan Vokasi Kemendikbud terus menggalakkan progam untuk rebranding dan campaign PTVN. Salah satunya melalui peningkatan pola kemitraan link & match antara PTVN dengan IDUKA.

“Ke depan untuk proses pembelajaran di setiap Program Studi di PNL kita harapkan akan melibatkan pengajar atau dosen dari IDUKA untuk mengajar minimal 50 jam untuk setiap semester,” kata Didi.

“Untuk memperkuat pola kemitraan dengan IDUKA, PNL akan membentuk dan menetapkan Dewan Penasehat Industri melalui Surat Keputusan Direktur PNL yang bertujuan untuk memberikan masukan terkait transfer of technology di industri, perbaikan kurikulum di PNL sesuai dengan kebutuhan IDUKA, melibatkan tenaga praktisi dari IDUKA sebagai dosen pengajar maupun dosen tamu serta untuk membangun jejaring kerjasama dengan industri yang lain,” lanjutnya.

Kepala BPMA Aceh yang juga Dewan Penyantun PNL Teuku Mohammad Faisal dalam sambutannya mengatakan bahwa ke depan PNL memiliki tantangan besar terutama dalam menyesuaikan diri dengan perkembangan industri yang terus berubah, sehingga Link and match atau pernikahan massal antara PNL dengan IDUKA dalam memperkuat pola kemitraan menjadi suatu keniscayaan yang harus dilakukan oleh PNL dalam menghadapi tantangan revolusi industri 4.0.

Sementara Fathani Direktur Utama PT Ima Montaz Sejahtera (IMS) selaku narasumber dalam paparannya menyampaikan bahwa ada 5 Top Skills yang dibutuhkan dalam revolusi Industri 4.0 menurut World Economic Forum diantaranya creativity, emotion intelligence, critical thinking, complex problem solving, people management dan cognitive flexibility.

“PT. IMS selaku Industri dan Dunia Usaha bisa dijadikan sebagai tempat magang, praktik, dan manajemen dunia kerja bagi para mahasiswa PNL. PT IMS akan menyelenggarakan recruitment bagi lulusan PNL, khusunya yang memiliki sertifikasi keahlian di bidang mechanical dan electrical. PT IMS juga dapat berkontribusi dalam memberikan Kuliah Umum/Seminar secara rutin di PNL yang bertujuan untuk menumbuhkan rasa berwirausaha dan mengenalkan kondisi industri kepada mahasiswa PNL”, pungkas alumni Teknik Mesin PNL angkatan 1988 ini.

H. Mukhlis, A.Md selaku Direktur Utama PT Takabeya Perkasa Group yang menaungi 10 perusahaan dan 500 karyawan yang sebagian besar alumni PNL menyampaikan bahwa satu hal yang perlu disadari dan menjadi sebuah keniscayaan, semua mahasiswa yang sukses menjalani masa pendidikan di Perguruan Tinggi pada akhirnya akan menjadi alumni. Artinya, salah satu indikator keberhasilan proses pendidikan dapat dilihat dari keberhasilan alumni dalam menjalankan peran mereka ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi maupun berbagai bidang pekerjaan yang mereka jalani secara profesional sesuai minat dan kemampuan.

“Langkah menuju sukses sebagai alumni harus melalui proses berkelanjutan diantaranya belajar, berlatih, bertindak dan sukses berkelanjutan,” ungkap alumni Jurusan Teknik Sipil PNL 1996.

Narasumber yang ketiga Tajuddin, Direktur Utama PT Kana Insani Mitra (KIM) yang juga Ketua Asosiasi Kontraktor Listrik dan Mekanikal Indonesia (AKLI) Aceh serta Ketua Ikatan Alumni Politeknik Negeri Lhokseumawe (IKAPOLINEL) mengatakan bahwa 25 persen lebih karyawan yang bekerja di KIM adalah alumni PNL.

“AKLI Aceh saat ini menaungi sekitar 200 perusahaan lebih dan 10 persennya adalah milik alumni PNL, begitu juga AKLI bekerjasama dengan APEI (Asosiasi Profesionalis Elektrikal Indonesia) untuk mensertifikasi Tenaga Ahli bidang elektrikal yang digunakan oleh Perusahaan-perusahaan di bawah AKLI.

“Alhamdulillah 30 persen tenaga-tenaga ahli yang mempunyai sertifikat kompetensi bidang elektrikal, mekanikal dan pembangkit adalah alumni PNL”, ujarnya Alumni Teknik Listrik PNL Angkatan 1988 ini. [Hamdani]

Publisher: Hamdani