Atasi Kelangkaan Gas 3Kg Dispemdagkop dan UKM Bireuen Buat Rakor

Bireuen – Kelangkaan Gas Elpiji 3 Kg masih terus terjadi di Kabupaten Bireuen, selain sulit mendapatkannya, harga jualnya pun disinyalir tidak sesuai dengan Harga Eceran Tertinggi (HET).

Kepala Dispemdagkop dan UKM Bireuen Ir. Alie Basyah, M.Si, Rabu, (30/10/2019) kepada juangnews.com mengatakan wacananya ke depan penjualan Gas Elpiji 3Kg dilakukan secara tertutup yaitu menggunakan KK miskin yang pendapatannya di bawah Rp 1,5 juta.

“Berdasarkan data dari Statistik maupun data dari PKH, atau bagi usaha mikro saja, untuk tiap KK diberi jatah sebanyak 3 tabung/bulan, namun semua itu membutuhkan regulasi supaya tepat sasaran dan menghindari antrian panjang,” terang Alie Basyah

Alie Basyah mengatakan bahwa wacana tersebut telah dibahas dalam rapat koordinasi pada Selasa, (29/10/2019) kemarin dengan instansi terkait lainya termasuk dengan DPRK Bireuen.

“Selanjutnya untuk proses penyaluran dimungkinkan setiap desa ditebus oleh BUMG serta langsung disalurkan, sehingga BUMG tidak perlu membuka pangkalan dan saat ini sedang berkordinasi dengan pemerintah propinsi,” papar Alie Basyah.

Alie Basyah juga menegaskan pangkalan tidak dibenarkan menjual Gas LPG 3Kg ke kios dan orang kaya.

“Kalau kedapatan akan ditindak kepolisian,” tegas Alie Basyah.

Lanjutnya lagi, agen juga wajib melakukan pengawasan, pembinaan juga bisa memberikan sanksi berupa
Sanksi teguran, mengurangi kuota dan pencabutan izin.

“Saat ini ada enam agen di wilayah Kabupaten Bireuen yaitu, PT. Abadi Gah Ata Kana, PT. Inti Sumber Rezeki, PT. Fara Migasindo, PT. Pemvat, PT. Dunia Katalis dan 273 pangkalan yang tersebar di 17 kecamatan, untuk Kecamatan Makmur hanya terdapat satu pangkalan, ke depan perlu adanya pemerataan pangkalan,” pungkas Alie Basyah. [Muliyadi]

Publisher: Hamdani