UMK Samarinda Diputuskan Rp2,4 Juta - JuangNews

UMK Samarinda Diputuskan Rp2,4 Juta

Samarinda – Dewan Pengupahan Kota (Depeko) Samarinda, Kalimantan Timur pada Selasa, (8/11/2016) kemarin membahas finalisasi Upah Mininum Kota (UMK) tahun 2017. Dalam pembahasan terakhir itu diharapkan Depeko bisa menerima keputusan karena mengacu pada Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 78 Tahun 2015 tentang Pengupahan. Dalam aturan itu ditentukan kenaikan upah minimal 8,25 persen.

“Yang penting saya selaku Disnaker menjalankan aturan,” ungkap Kepala Disnaker Samarinda Sucipto Wasis kepada juangnews.com.

Meski kenaikan itu dirasa berat oleh Asosiasi Penguasaha Indonesia (Apindo) Samarinda, menurut Wasis ada mekanisme untuk mengajukan keberatan.

“Nanti kalau sudah diputuskan akan disampaikan ke walikota. Kalau keberatan baik Apindo maupun serikat buruh silahkan ke walikota,” katanya melanjutkan.

Upah Minimum Provinsi (UMP) Kaltim sebesar Rp2,33 juta atau naik 8,25 persen telah diputuskan sejak 27 Oktober lalu. Sementara

UMK Samarinda tahun 2016 diketahui sebesar Rp2.256.056 yang tahun 2017 diperkirakan juga naik sebesar 8,25 persen atau naik sekitar Rp186 ribu. Selain PP 78,  perhitungan upah minimum juga mengacu Surat Menteri Ketenagakerjaan Republik Indonesia yang berisi tentang Penyampaian Data Tingkat Inflasi Nasional dan Pertumbuhan Produk Domestik Bruto Tahun 2016 dari tanggal 17 Oktober 2016.

“Ya sekitar Rp2.442.056. Jadi dikondisi ekonomi Kaltim yang minus 2 ini kenaikan itu tinggi. Yang jadi masalah itu nanti mampu diterapkan ndak sama pengusaha,” jelasnya.

Pengumuman kenaikan UMK sendiri sudah harus dilakukan 20 hari setelah penentuan angka  UMP Kaltim atau pada 21 November 2016.

“Nanti walikota yang mengusulkan ke gubernur. Harapan saya semua sepakat naik 8,25 persen sesuai aturan itu,” tandas Wasis. [Hery Kuswoyo]

Editor & Publisher : Hamdani