UMK Batal Diputuskan, Apindo Minta Pertimbangan Walikota - JuangNews

UMK Batal Diputuskan, Apindo Minta Pertimbangan Walikota

Samarinda – Dewan Pengupahan Kota (Depeko) Samarinda, Kalimantan Timur (Kaltim) batal memutuskan Upah Mininum Kota (UMK) tahun 2017 pada Selasa, (8/11/2016) kemarin. Alasannya, dalam pembahasan itu Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Samarinda merasa keberatan dengan nilai kenaikan UMK dan meminta pertimbangan Walikota Samarinda Syaharie Jaang. Begitu pun dengan Serikat Buruh/Pekerja khawatir terjadi gelombang PHK.

“Ditunda sampai pertemuan dengan walikota sebagai dewan pertimbangan Depeko bagaimana baiknya. Agar perusahaan tidak merasa keberatan dan buruh tidak banyak yang di PHK, ya win-win solution,” ungkap Kepala Disnaker Samarinda, Sucipto Wasis kepada juangnews.com, Rabu, (9/11/2016).

Wasis menyontohkan, dalam penentuan Upah Minimum Provinsi (UMP) Kaltim 2017, pihak Apindo juga terlebih dahulu meminta pertimbangan gubernur sebelum memutuskannya.

“Seperti di provinsi, kemarin kan ketemu gubernur dulu. Setelah meminta pertimbangan walikota baru Depeko memutuskan, minggu depan lah. Minggu ini masih ketemu walikota dulu. Waktunya masih panjang,” ujarnya.

Meski begitu, Wasis menegaskan pihaknya tetap mengacu pada Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 78 Tahun 2015 tentang Pengupahan. Dalam aturan itu ditentukan kenaikan upah minimal 8,25 persen.

“Apakah nanti (pertemuan dengan walikota-red) mengacu itu atau bagaimana ya nggak tau nanti. Mengacu PP 78 tidak berani malanggar aturan, prinsipnya pemerintah seperti itulah,” timpalnya.

Sejauh ini rencana kenaikan UMK Samarinda senilai Rp186 ribu mengkhawatirkan pengusaha dan pekerja.

“Kondisi ekonomi seperti ini pihak Apindo keberatan, juga pihak buruh khawatir ada PHK. Jadi bagaimana baiknya agar tidak saling merugikan,” tandas Wasis.

Seperti diketahui, selain PP 78, perhitungan upah minimum juga mengacu Surat Menaker RI Tentang Penyampaian Data Tingkat Inflasi Nasional dan Pertumbuhan Produk Domestik Bruto Tahun 2016 dari tanggal 17 Oktober 2016. UMP Kaltim tahun 2017 sebesar Rp2,33 juta atau naik 8,25 persen telah diputuskan sejak 27 Oktober lalu. Sementara UMK Samarinda tahun 2016 diketahui sebesar Rp2.256.056 yang tahun 2017 diperkirakan juga naik sebesar 8,25 persen atau naik sekitar Rp186 ribu sehingga menjadi senilai Rp2.442.056. UMK sudah harus ditetapkan sebelum 21 November 2016. [Hery Kuswoyo]

Editor & Publisher : Hamdani