Resin Jernang, Si Bubuk Merah Pembawa Berkah Berharga Wah! - JuangNews

Resin Jernang, Si Bubuk Merah Pembawa Berkah Berharga Wah!

Rasin jernang (Foto/wikipedia)

Rasin jernang (Foto/wikipedia)

Bireuen – Sekelompok anak muda di Desa Geulanggang Teungoh, Kecamatan Kota Juang,  Kabupaten Bireuen, pada Rabu pekan lalu terlihat sedang sibuk dengan aktifitas mereka, beberapa ember terlihat berisi bubuk merah yang kelihatannya baru ditumbuk dari lesung tradisional (jeungki-Bahasa Aceh) yang sudah dimodifikasi sedemikian rupa, sehingga bisa digerakkan dengan mesin. Menurut salah seorang anak muda berbaju hitam itu, modifikasi jengki ini lebih efesien dan efektif karena akan menambah cepat proses produksi.

Lantas bubuk merah apa yang sedang mereka olah? Ternyata mereka sedang mengolah bubuk jernang. Dikutip dari wikipedia, jernang adalah sejenis resin yang dihasilkan dari beberapa spesies rotan dari marga Daemonorops. Resin berwarna merah ini telah sejak lama diperdagangkan dan dimanfaatkan sebagai bahan pewarna, dupa, dan bahan obat tradisional. Terutama dihasilkan dari Sumatera dan Kalimantan, sebutannya dalam berbagai daerah di antaranya adalah jernangjerenangjeranangjeronang, dan lain-lain.

Jernang (facebook.com)

Jernang (facebook.com)

Dalam bahasa-bahasa asing, resin ini dikenal sebagai dragon blood atau dragon’s blood (Ingg.); drakenbloed (Bld.); sangre de drago (Prc.); sanguis draconis, dan lain-lain. Dalam pada itu, di luar Indonesia, dragon’s blood juga diperoleh dari tetumbuhan lain selain rotan jernang; dari Timur Tengah, Asia Tenggara, dan Amerika Selatan.

Ada banyak manfaat dari jernang ini, dikutip dari laman manfaat.co.id setidaknya ada 20 manfaat yang terkandung dari jernang ini, dari mencegah diare sampai menjadi obat kanker. Melihat beragam manfaat dari jernang ini, maka wajar saja harganya pun melambung tinggi.

Melihat potensi jernang yang luar biasa ini Dr. Ir. Saifuddin, MT yang merupakan salah seorang dosen Politeknik Negeri Lhokseumawe (PNL) tergerak hatinya untuk memberdayakan masyarakat, bersama sohibnya Ir. Anwar Fuadi, MT yang juga dosen di PNL mereka berdua berkolaborasi membuat kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) untuk memberdayakan sekelompok anak muda di Desa Geulanggang Teungoh, Kecamatan Kota Juang,  Kabupaten Bireuen untuk mau mengolah bubuk jernang yang berharga wah ini.

“Saya tertarik memberdayakan anak-anak muda ini untuk mengolah jernang supaya mereka produktif dan tidak terjerumus kepada hal-hal negatif. Apalagi harga jernang ini sangat wah, karena bisa menjadi bahan baku obat-obatan. Prospeknya adalah untuk eksor ke luar negeri,” kata Saifuddin yang merupakan doktor lulusan Universitas Kebangsaan Malaysia ini.

Menurut pria yang akrab disapa Sai ini pada juangnews.com Sabtu, 20 Oktober 2018 resin jernang ini adalah untuk obat anti kanker,  sangat  diminati di Singapura, Cina, Hongkong,  dan Korea. “Jadi tujuannya untuk produk ekspor, harganya berkisar Rp 3.5 – 5 juta.  Jadi sangat bagus prospeknya. Untuk saat ini barang yang sudah diproduksi di desa binaan saya ditampung di Medan,  selanjutnya di ekspor ke luar negeri,” papar dosen Jurusan Teknik Kimia ini.

Tambah Saifuddin,resin jernang yang sudah dihasilkan di desa binaannya saat ini perbulan mencapai 50kg. Dengan perkiraan keuntungan kotor mencapsi  Rp100 juta.  Tetapi menurutnya, saat ini kendala adalah sulitnya bahan baku.

“Harapannya bisa memenuhi target pasar nasional, karena saat ini perminaan resin jernang dari cina mencapai 140 ton per tahun, tapi yang bisa dipenuhi hanya 40 ton per tahun.  Jadi kami berharap masyarakat mau membudi dayakan jernang. Karena prospek secara ekonomi sangat menjanjikan. Bahan baku jernang yang baik biasanya dibeli dengan harga Rp 200 ribu per kilogram,” pungkas Saifuddin.

Saifuddin juga berharap, melihat potensi dan harganya yang wah, rasanya sudah saatnya masyarakat beralih untuk membudidayakan jernang, sehingga perekonomian masyarakat bisa terangkat. dalam hal ini tentunya pemerintah bisa mengambil peran untuk memberikan pendampingan kepada masyarakat dalam pembudidayaan jernang.  [Hamdani]

Publisher : Hamdani