Renyahnya Dana Aspirasi, Sejumlah Anggota DPR Aceh Diduga Korupsi Beasiswa - JuangNews

Renyahnya Dana Aspirasi, Sejumlah Anggota DPR Aceh Diduga Korupsi Beasiswa

Banda Aceh – Penyaluran beasiswa yang berasal dari dana aspirasi anggota Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) diduga berselemak masalah dan diduga dikorupsi sejumlah anggota DPRA. Setidaknya ada sembilan nama anggota DPRA yang sudah beredar di publi terindikasi mengkorupsi uang bantuan beasiswa pemerintah Aceh ini.

Terkait dengan hal ini, juangnews,com yang menghubungi Gubernur Aceh Drh. H. Irwandi Yusuf, M. Sc pada Rabu, (13/6/2018), orang nomor satu di Aceh ini mengatakan bahwa pemotongan itu salah. Tapi walaupun demikian, Gubernur Irwandi tetap meminta untuk mengedapankan praduga tak bersalah.

“Tentu saja pemotongan itu salah. Namun, menurut saya, mari kita mengambil sikap presumption of innocent atau praduga tak bersalah sampai pengadilan membuktikan sebaliknya,” kata Irwandi.

Berdasarkan temuan Inspektorat Aceh terungkap mahasiswa yang penerima manfaat beasiswa Pemerintah Aceh itu berasal dari usulan 24 Anggota DPRA dan ada yang mengajukan permohonan secara mandiri. Jumlah yang diusulkan dewan dan permohonan mandiri mencapi 938 orang, terdiri 852 usulan dewan, dan 86 secara mandiri.

Setelah dilakukan verifikasi oleh LPSDM, mahasiswa yang layak menerima beasiswa berjumlah 803 orang yang berasal dan jenjang pendidikan D3,D4, S1, S2, dam S3, serta Dokter Spesialis, yang tersebar di lembaga penyelenggaran pendidikan (LPP) baik dalam maupun luar negeri.

Di dalam DPA BPSDM anggaran yang dialokasikan mencapai Rp 100 miliar lebih dengan realisasi mencapai Rp 90 milyar lebih. Dari jumlah tersebut dialokasikan untuk pendidikan sebnyak Rp 20 miliar lebih dengan realisasi hanya Rp 19 miliar lebih.

Berdasarkan Laporan Inspektorat bantuan yang telah disalurkan mencapai 19 miliar lebih kepada 803 mahasiswa. Namun hasil konfirmasi terhadap 197 mahasiswa penerima hanya Rp 5 miliar lebih. Sementara Rp 1 miliar lebih belum diterima oleh mahasiswa penerima, dan masih pada penghubung dan koodinator.

Penelusuran media ini, setidaknya ada empat modus pemotongan yang dilakukan, yakni dana buku rekening dan ATM penerima dikuasai oleh penghubung. Modus lain, penghubung meminta uang secara tunai kepada mahasiswa, modus selanjutnya mahasiswa penerima mentransfer kepada penghubung, dan modus terakhir, penghubung membuat rekening atas nama mahasiswa tanpa sepengetahuan mahasiswa tersebut.

Akibatnya sekarang ini kasus ini mulai berlabuh di Polda Aceh, walaupun sampai saat ini belum ada yang ditetapkan sebagai tersangka oleh penyidik Polda Aceh, setidaknya kemungkinan akan banyak tersangka dalam kasus yang menghebohkan ini. [Hamdani]

Publisher : Hamdani