Polisi Berhasil Gulung Buron Penodong Pejabat Bireuen, Dua Dibekuk, Seorang Menyerahkan Diri - JuangNews

Polisi Berhasil Gulung Buron Penodong Pejabat Bireuen, Dua Dibekuk, Seorang Menyerahkan Diri

Bireuen –Luar biasa kinerja Polres Bireuen, melalui gerak cepat yang mereka lakukan, hanya hitungan hari, tiga orang buron penodong dengan senjata yang mirip senjata api, terhadap seorang pejabat di Kabupaten Bireuen berhasil digulung.

Dua dari tiga pelaku penodong Kadisperindagkop Kabupaten Bireuen, Darwansyah, SE akhirnya berhasil dibekuk aparat kepolisian Polres Bireuen. Melalui drama penyergapan yang berlangsung alot, polisi berhasil menghentikan aksi kawanan penjahat ini. Sementara seorang lagi Dun alias anak ulee menyerakan diri sore tadi.

Informasi tersebut disampaikan Kapolres Bireuen, AKBP Heru Novianto, Sik dihadapan wartawan, saat menggelar konferensi pers di Gazebo Mapolres BIreuen, Jumat (7/10/2016).

Heru Novianto mengaku, dua pelaku yang dicokok petugas Kamis sekitar pukul 16.30 WIB yakni Razali alias Teuntra Sikeureung (36) warga Blang Reulieng, Kecamatan Kota Juang dan Bripda Rahmat Furqan (22) warga Geulanggang Teungoh Jok. Serta Aneuk Uleue warga Krueng Juli yang menyerahkan diri Jumat sore tadi.

Dia menuturkan, berdasarkan keterangan korban Darwansyah bin T A Gani yang disantroni tiga tamu tak diundang, Rabu (28/9/2016) lalu sekira pukul 18.10 WIB di kediamannya. Ketiga tamu yang datang mengendarai Toyota Yaris BK 1984 QZ, memaksa supaya pengerjaan proyek pembangunan pasar lesehan di kawasan pasar induk di Desa Geulanggang Gampong, Kecamatan Kota Juang dapat dikerjakan oleh para tersangka.

karena kesal menerima jawaban Darwansyah yang meminta mereka mengikuti prosedur, akhirnya tersangka Razali langsung menodongkan senjata revolver (soft gun) ke arah kepala korban. Kadisperindagkop itu, lantas kabur seraya berteriak minta tolong sehingga warga mengejar ketiga pelaku. Bahkan, gara-gara menyelamatkan diri mobil Toyota Yaris tertinggal di TKP.

Polisi yang melakukan pengembangan kasus itu, membekuk Bripda Rahmat dan mencokok Razali di rumahnya. Otak pelaku penodongan yang selama ini dikenal cukup sadis, yakni Razali bin Usman tercatat sebagai napi Rutan Bireuen yang kabur sejak dua tahun lalu.

”Kami masih melakukan pengembangan terhadap perkara ini, sementara satu tersangka lagi dalam pencarian. Kami kini juga sedang mendalami keterlibatan anggota polisi yang ikutserta dalam aksi itu,” ungkap Heru Novianto.
Dia menyebutkan, pihaknya menyita satu pucuk replika senjata api (soft gun) jenis Revolver. Para tersangka dijerat dengan pasal I ayat (1) Undang-undang darurat RI tahun 1951, tentang senjata api dan bahan peledak dengan ancaman hukuman mati atau penjara seumur hidup, jo pasal 335 KUHP Pidana. Selain itu, pihak kepolisian juga akan mendalami keterlibatan tersangka, dengan jaringan narkoba Bireuen yang diduga berafiliasi dengan sindikat internasional. [Hamdani]

Publisher : Hamdani