Pengusaha Kapal Ikan Tak Boleh Gunakan BBM Subsidi - JuangNews

Pengusaha Kapal Ikan Tak Boleh Gunakan BBM Subsidi

Aceh Timur – Nelayan Aceh Timur dalam beberapa minggu terakhir ini mengeluh karena sulit memperoleh Bahan Bakar Minyak (BBM) Solar Subsidi di Pertamina (SPBU) Kuala Idi Rayeuk, Kabupaten Aceh Timur, sehingga nelayan harus mencari ke SPBU umum  terdekat, untuk dapat berlaut.

Amatan media ini, Penyebab terbatasnya BBM di SPBU Kuala karena pasokan dan daya tampung terbatas di SPBU Kuala yang khusus untuk nelayan, apalagi pengusaha kapal ikan yang 30 GT ke atas itu harus menggunakan BBM industri, agar sesuai dengan aturan Kementerian Kelautan, namun selama ini di Aceh Timur, pihak pengusaha kapal Ikan diduga masih menggunakan BBM bersubsidi.

Seperti beberapa minggu yang lalu telah ditangkap BBM subsidi sebanyak 1,8 ton, di Desa Gampong Baro, Kecamatan Idi Rayeuk, oleh pihak Polres Aceh Timur, karena tidak bisa memperlihatkan surat dan rekomendasi dari Dinas Kelautan Aceh Timur atau Pertamina.

Menurud Abdul Razak, selaku kepala UPTD Pelabuhan Perikanan  Nusantar (PPN) Idi Rayeuk, Kabupaten Aceh Timur, kepada media ini, Kamis (10/11/16), stok minyak BBM subsidi untuk nelayan di SPBU Kuala Idi, sangat terbatas, dengan sekian banyak kapal nelayan di Aceh Timur yang mencapai 400 unit yang bisa menggunakan BBM subsidi yang 30 GT ke bawah.

“Seharusnya pelabuhan yang sudah ber-Nusantara ini ketersedian BBM harus mencukupi, untuk itu kita berharap kepada pihak Pertamina untuk lebih memperhatikan stok BBM dan di pelabuhan-pelabuhan tersedia cukup BBM sesuai dengan kebutuhan nelayan. Untuk para pengusaha pemilik kapal ikan yang mencapai 30 GT ke atas ini berupaya mencari minyak di SPBU umum selama ini, karena ketersedian di SPBU Kuala sangat terbatas, dan mereka itu harus menggunakan BBM industri, sedangkan yang 30 GT ke bawah ini cukup mengambil surat dari Dinas Kelautan Aceh Timur dan bagi kapal yang masuk Kuala Idi boleh ambil Surat Rekomendasi dari UPTD Kuala Idi Rayeuk,” ujar Abdul Razak.

Sedangkan Kapolres Aceh Timur AKBP Rudi Purwiyannto, SIK., M Hum, kepada media ini melalui selularnya, membenarkan telah diamankan BBM Subsidi jenis Solar ke Polres Aceh Timur sebanyak 1,8 Ton, bulan lalu,

“Karena pemilik BBM tersebut tidak bisa memperlihatkan surat izin dari Pertamina atau rekomendasi dari Dinas Kelautan Aceh Timur, dan semua saksi telah dipanggil termasuk Panglima Laot Idi Rayeuk, Sekretaris Panglima laot dan ke depan akan kita panggil saksi ahli dari Pertamina,” jelas AKBP Rudi Purwiyannto.

Lanjutnya, AKBP Rudi Purwiyannto, Kasus ini dalam sidik Satreskrim Polres Aceh Timur.

“Karena pengusaha kapal ikan itu harus menggunakan BBM industri, tidak boleh membeli BBM Subsidi dari SPBU, dan pihak SPBU seharusnya tidak boleh mengeluarkan BBM Subsidi tanpa adanya Surat dari pihak Dinas Kelautan atau Pertamina,” pungkas Polres Aceh Timur AKBP Rudi Purwiyannto.  [Muhammad]

Editor & Publisher : Hamdani