Menjalin Keharmonisan di Bulan Ramadhan - JuangNews

Menjalin Keharmonisan di Bulan Ramadhan

Menjalin Keharmonisan di Bulan Ramadhan

Oleh : Ilham Zulfahmi

Ramadhan adalah bulan yang pernuh berkah dah membawa kedamaian, bulan dimana para setan dibelenggu dan pintu surga dibuka seluas luasnya, bulan dimana amal shaleh dilipatgandakan pahalanya oleh Allah SWT, bulan dimana kemaksiatan berkurang dan kebaikan bertaburan, bulan dimana fakir miskin dan anak anak yatim bergembira, karena penderitaan akibat lapar dan dahaga yang terkadang rutin mereka alami serasa berkurang karena seakan dibagikan kepada orang orang yang berpuasa disekitarnya. Disisi yang lain, banyaknya undangan buka puasa kepada anak yatim juga merupakan sebuah kebahagia karena dapat mencicipi beraneka makanan lezat dan sedap yang barangkali jarang dirasakan pada bulan bulan lainnya.

Salah satu dari sekian banyak hikmah positif yang dapat kita petik dari hadirnya bulan ramdhan adalah menjadikan bulan ramadhan sebagai momentum untuk meningkatkan keharmonisan, baik keharmonisan didalam rumah tangga, lingkungan sosial sekitar maupun keharmonisan politik. Kurangnya komunikasi didalam rumah tangga, baik diantara pasangan suami dan istri, orang tua dan anak dapat memicu berbagai dampak negatif yang berujung kepada perceraian dan kekerasan dalam rumah tangga. Kurangnya komunikasi didalam berkeluarga dapat disebabkan oleh terbatasnya waktu untuk berkumpul dan bercengkrama sesama anggota keluarga. Keterbatasan waktu tersebut dapat disebabkan oleh kesibukan dalam bekerja diiringi dengan sulitnya menemukan momentum untuk dapat duduk bersama.

Sungguh disayangkan bahwa angka perceraian di provinsi aceh terus meningkat setiap tahun. Pada tahun 2015, tercatat 5300 pasangan mengajukan permohonan cerai, jumlah ini meningkat 10% dari 4801 pasangan yang mengajukan permohonan cerai pada tahun 2014 (Serambi indonesia, 14 Februari 2016). Disisi yang lain, kasus kekerasan dalam rumah tangga, baik terhadapa pasangan maupun kepada anak juga  ikut meningkat setiap tahunnya (Serambi indonesia, 21 Mei 2016).

Komunikasi yang baik merupakan sesuatu hal yang esential dalam menjalin dalam sebuah hubungan. Komunikasi yang baik akan menghindari terjadinya kesalah pahaman antara kedua belah pihak. Islam mengajarkan ummatnya agar berkomunikasi dengan santun dan lembut bahkan kepada orang orang yang telah melampaui batas sebagaimana firman allah dalam QS. Thaha ayat 43-44 yang artinya “Pergilah kamu berdua kepada Fir’aun karena benar-benar dia telah melampaui batas. Maka berbicaralah kamu berdua kepadanya dengan kata-kata yang lemah lembut, mudah-mudahan dia sadar atau takut”.

Bulan Ramadhan merupakan momentum bagi keluarga untuk meningkatkan kualitas komunikasi untuk menggapai keharmonisan didalam rumah tangga. Ramdahan menyediakan sejumlah momentum yang dapat digunakan oleh keluarga untuk mempeerat hubungan sesama anggota keluarga. Mulai dari berbuka bersama keluarga, sahur bersama hingga teraweh bersama. Pengorbanan istri dalam menyiapkan santapan berbuka dan sahur disahuti dengan pengorbanan sang suami yang tak ketinggalan membawa pulang berbagai jajanan berbuka yang siap disajikan kepada istri dan anak anak.

Bulan Ramadhan juga merupakan momentum tepat untuk bersilaturahmi bersama teman-teman lama. Indahnya kebersamaan berbuka puasa dipadu dengan keakraban canda dan tawa menceritakan apa yang kita alami setahun belakangan ini. Ada yang hadir dengan membawa anak, ada yang hadir membawa istri dan ada juga masih sendiri. Tak masalah walau hanya disuguhi makanan yang sederhana, yang terpenting adalah rasa kebersamaan dan keharmonisan yang tetap terjaga yang tetap terjaga.

Dalam skala yang lebih tinggi, hardirnya ramadhan juga dapat dijadikan sebagai momentum untuk meredam berbagai krisuh ditengah masyarakat, baik krisuh dalam tingkatan gampong maupun krisuh politik. Adanya keretakan dan perpecahan dikalangan elite politik Aceh sebagai imbas persiapan pemilu 2017 telah merembes menyebabkan timbulnya ketegangan diantara para pendukung. Keharmonisan yang ditunjukkan oleh calon pemimpin Aceh, selama bulan Ramadhan diharapkan menjadi contoh teladan kepada masyarakat Aceh sebagai bagian dari upaya menjaga keamanan dan perdamaian. Semoga.

[Penulis adalah dosen Program Studi Budidaya Perairan Fakultas Pertanian Universitas Almuslim]