Masalah Denda Ibu Melahirkan di Rumah, Ini Kata Darwati A Gani - JuangNews

Masalah Denda Ibu Melahirkan di Rumah, Ini Kata Darwati A Gani

Banda Aceh – Terkait dengan peraturan aneh dan nyeleneh yang diterapkan oleh Puskesmas Kampung Paya, Kecamatan Kluet Utara, Aceh Selatan, yakni berupa denda Rp 500.000 untuk ibu-ibu yang melahirkan di rumah, menurut Darwati A Gani yang merupakan anggota DPRA Komisi VI merupakan tindakan yang salah, walau tujuannya benar. Hal ini diungkap pada juangnews.com yang menghubunginya pada Sabtu, (4/4/2015) sekira pukul 9.30 wib.

Darwati dalam pernyataannya mengatakan, seharusnya pihak puskesmas instropeksi diri, dengan cara membenahi pelayanan untuk lebih baik. Bukan malah membuat aturan yang aneh-aneh.

“Benahi dulu kualitas pelayanan, supaya masyarakat mau berobat ke puskesmas, bukannya membuat aturan yang aneh-aneh,” tegas Darwati.

Darwati menambahkan, seharusnya petugas rumah sakit atau puskesmas lebih produktif. Bukan hanya pasif menunggu didatangi oleh ibi-ibu hamil.

Darwati juga menegaskan, bahwa petugas kesehatan harus lebih bertanggungjawab, karena masih banyak penderita penyakit kronis di pelosok Aceh yang tidak tertangani dengan baik.

“Kasihan kita melihat masyarakat, apasaja kerja petugas kesehatan, dimana tanggungjawab Anda?” gugat Darwati dengan nada bergetar.

Seperti sempat dilansir sebelumnya oleh beberapa media lokal di Aceh, bahwa Puskesmas Kampung Paya Kecamatan Kluet Utara, Aceh Selatan menerapkan sebuah aturan yang mengundang kontroversial, yaiu denda Rp 500.000 bagi ibu-ibu yang melahirkan di rumah.

Lantas, aturan tersebut langsung menuai kecaman dari berbagai pihak. Banyak pihak beranggapan aturan ini terlalu dipaksakan, disaat kondisi pelayanan belum maksimal. Alamak! [Hamdani]

Foto : Darwati A Gani (fecebook)

1 Comment

  1. Randi

    Mei 4, 2016 at 2:59 pm

    Seharusnya rumah sakit yang didenda,enak saja itu namanya makan uang haram dari orang kecil.
    Katanya berobat gratis dirumah sakit tapi bayar obatnya yang mahal.
    Kalau melahirkan dirumah paling2 bayar dukun atau bidan kampung 500rb.
    Tapi kalau dirumah sakit berobat gratis tapi bayar resep sampai puluhan juta.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *