Ini Perkembangan Kasus Dugaan Pemerkosaan Pengungsi Rohingya Oleh Petugas Shelter - JuangNews

Ini Perkembangan Kasus Dugaan Pemerkosaan Pengungsi Rohingya Oleh Petugas Shelter

Aceh Utara – Terkait dengan dugaan perkosaan empat wanita pengungsi Rohingya, yang dilakukan oleh petugas Shelter, seperti diberitakan juangnews.com Selasa, (29/9/2015) kemarin (baca: Oknum Petugas Shelter Dituduh Memerkosa Empat Pengungsi Rohingya), pada malamnya media ini kembali menghubungi Amir Hamzah untuk memintakan keterangan tambahan terkait kamajuan kasus yang memalukan itu.

Amir Hamzah dalam keterangannya tadi malam mengatakan bahwa sudah ada satu orang pengungsi yang divisum di Rumah Sakit Umum Cut Meutia (RSUCM), Buketrata, Lhokseumawe, tapi hasil visumnya belum keluar.

 “Tadi sore menjelang magrib salah satu diantara mareka sudah dibawa ke RSUCM untuk divisum, tapi hasilnya belum kami peroleh, karena sudah magrib, sementara sisanya tiga orang tetap kita visum,” kata Amir Hamzah.

Tambahnya lagi, jika hasilnya benar maka persoalan tersebut akan diserahkan ke pihak berwajib, yaitu Polres Lhokseumawe untuk diproses secara hukum.

“Kalau benar akan kita serahkan ke Polres Lhokseumawe, supaya diproses sesuai hukum, apalagi tadi sore (kemarin-red) Kapolres, Sekda, Kepala Imigrasi Lhokseumawe hadir ke Shelter. Kita tidak main-main jika kasus itu benar harus diusut dan diproses palakunya, kalau benar ini sangat memalukan yang seharusnya kita melindungi mareka, sudah sengsara masak diperlakukan demikian, sebaliknya  jika informasi perkosaan yang berkembang ternyata bohong juga akan kita proses juga mareka,” tagas Amir Hamzah.

Amir Hamzah menambahkan mulai Rabu, (30/9/2015) Pemkab Aceh Utara akan merobah sistim penanganan imigran Rohingya di Shelter Blang Adoe.

“Kita padukan semua komponen yang ada, yang nantinya tugas- tugas kita bagikan habis sesuai SOP, siapa yang berbuat apa.  Imigrasi, IOM, UNHCR, Pengamanan Kepolisian/TNI, Dinas Sosial serta lembaga donor lainnya kita atur sesuai tupoksinya. Untuk diingat Pemerintah Kabupaten Aceh Utara yang mengaturnya dan tunduk pada Pemkab semuanya,” tukas Amir Hamzah.

Amir Hamzah juga mengatakan bahwa penyebab insiden yang berkembang selama ini adalah karena kurangnya koordinasi dan miskomunikasi dalam hal penanganan pengungsi Rohingya.

“Salah satu penyebab insiden yang berkembang sekarang adalah kurangnya koordinasi dan miskomunikasi penanganan. Tetapi mulai malam ini Polres Lhokseumawe sudah memberikan penambahan personil keamanan untuk menjaga mareka,” demikian Amir Hamzah. [Hamdani]

 Publisher : Hamdani