Dosen PNL Kembangkan Usaha Cocofibre dan Cocopeat di Kabupaten Bireuen - JuangNews

Dosen PNL Kembangkan Usaha Cocofibre dan Cocopeat di Kabupaten Bireuen

Lhokseumawe – Sebagai bentuk dari kewajiban Tri Dharma dosen yang salah satunya adalah pengabdian kepada masyarakat, selain pengajaran dan penelitian, sejumlah dosen Politeknik Negeri Lhokseumawe (PNL) mengembangkan Skim Program Pengembangan Produk Unggulan Daerah (PPPUD). Informasi ini diperoleh juangnews.com Jumat, (22/6/2018) dari Ir. Hanif, MT yang merupakan Ketua Tim Pengabdian Masyarakat dalam kegiatan tersebut.

“Kelapa merupakan salah satu komoditas andalan perkebunan rakyat di Provinsi Aceh, dan Kabupaten Bireun merupakan salah satu sentra penghasil kelapa terbesar di provinsi Aceh. Dalam lima tahun terakhir cocofibre dan cocopeat yang merupakan hasil samping dari pengolahan buah kelapa menjadi komoditi unggulan Kabupaten Bireuen,” jelas Hanif.

Hanif menambahkan, Usaha Kelapa Terpadu Mandiri yang terletak di Desa Ceubo, Kecamatan Gandapura kabupaten Bireun merupakan usaha pengolahan serat sabut kelapa dari delapan usaha sejenis yang menjadi mitra kegiatan Program Pengembangan Produk Unggulan Daerah (PPPUD).

“PPPUD Usaha Cocofibre dan Cocopeat di Kabupaten Bireun merupakan salah satu skim Pengabdian kepada Masyarakat Kemenristekdikti yang dimenangkan oleh Politeknik Negeri Lhokseumawe, dan yang menjadi ketua dalam kegiatan ini adalah, serta anggota masing-masing terdiri dari, Saifuddin, ST, MT dan Safaruddin, SE, M.Si,” ungkap Hanif.

Sekedar informasi, Usaha Kelapa Terpadu Mandiri didirikan oleh Fakhruddin pada 2005 lalu. Berdirinya usaha Kelapa Terpadu Mandiri diawali oleh kelompok tani kelapa yang mengolah kelapa menjadi kopra. Seiring dengan perjalanan waktu usaha Kelapa Terpadu Mandiri beralih menjadi pengolahan sabut kelapa. Usaha Kelapa Terpadu Mandiri mempekerjakan lima orang pekerja harian lepas dan bulanan, yang bertugas pada bagian penggilingan, pengepresan, pengayakan sabut kelapa dan tenaga penjemuran serta satu orang sebagai sopir. Untuk manajemen produksi maupun pemasaran langsung ditangani sendiri oleh pimpinan, Fakhruddin.

“Kegiatan PPPUD yang dirancang selama tiga tahun ini bertujuan meningkat produktifitas produksi baik secara kuantitas maupun kualitas dan perbaikan manajemen pemasaran, sehingga produk yang dihasilkan mempunyai daya saing tinggi dalam pasar nasional menuju pasar global. Disamping itu juga target dari kegiatan PPPUD ini adalah terciptanya lapangan kerja baru dari turunan serat sabut kelapa seperti aneka kerajinan sabut kelapa, tali sabut kelapa dan coconet,” papar Hanif.

Hanif juga menceritakan pada media ini bahwa, pada tahun pertama team PPPUD PNL telah menyelesaikan permasalahan aspek produksi yaitu dengan penerapan teknologi mesin pengurai sabut kelapa dan teknologi pengepresan cocopeat menjadi balok/batangan.

“Insya Allah, kegiatan ini akan sangat berguna buat masyarakat, ini juga merupakan bentuk pengabdian kami dosen PNL kepada masyarakat,” pungkas Hanif mengakhiri pembicaraan dengan media ini.

Sementara itu pemilik usaha Fakhruddin pada media ini menjelaskan, perusahaan kelapa terpadu, produk cocofibernya telah diekspor ke luar negeri seperti Malaysia, cina, jepang dan korea.

“Sementara untuk pasar  dalam negeri permintaan datang dari medan, kerinci dan lampung,” terang Fakhruddin. [Hamdani]

Publisher : Hamdani