Dosen Pendidikan Agama Islam PNL Latih Warga Tajhiz Mayit - JuangNews

Dosen Pendidikan Agama Islam PNL Latih Warga Tajhiz Mayit

Lhokseumawe – Sejumlah dosen MKWU Pendidikan Agama Islam Politeknik Negeri Lhokseumawe (PNL) mengadakan kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) bidang pelatihan Tajhiz Mayit bagi warga di desa Celala, Kecamatan Celala, Kabupaten Aceh Tengah. Hal ini diungkapkan  ketua kegiatan tersebut Al Mawardi, S. Ag, M. Ag pada media ini Jumat, (16/11/2018).

Menurut Mawardi, selain dirinya kegiatan pelatihan Tajhiz Mayit yang dilaksanakan selama bulan Juni-Juli 2018 yang diadakan selama 10 kali tatap muka juga melibatkan dosen PNL lainnya, yakni Nurdan, MA dan Maulidin Iqbal, M. Th, dibantu oleh beberapa perwakilan anggota Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Kabupaten Aceh Tengah, yaitu; Tgk. H. Irwansyah, S.PdI dan Tgk. Kurnia, S.PdI.

“Kegiatan pelatihan Tajhiz Mayit ini kami selama dua bulan yang dikhususkan bagi kelompok pengajian bapak-bapak dan ibu-ibu kampung Celala dan Melala berjalan lancar sesuai dengan yang direncanakan,” kata Mawardi.

Mawardi mengatakan, alasan pemilihan wilayah, karena kedua desa tersebut merupakan kampung tertua, terisolir dan masih belum pernah diadakan kegiatan serupa. Secara teknis kegiatan pelatihan tajhiz mayit dibagi kepada dua model, yaitu model teori dan pelatihan praktis.

“Materi tajhiz mayit teoritis yang dilaksanakan selama 3 hari terhadap masing-masing kelompok pengajian adalah menyangkut; adab, etika menghadapi orang sakit ringan dan berat, hukum dan kedudukan tajhiz mayit, teori-teori pengkafanan jenazah, pensucian jenazah, sholat jenazah, dan hal-hal berkenaan dengan menguburkan jenazah. Sedangkan materi-materi praktis bidang tajhiz mayit adalah praktik membuat kain kafan, mensucikan, mensholatkan dan menguburkan jenazah,” rinci Mawardi.

Mawardi menambahkan kegiatan yang dilaksanakan kelompoknya secara umum bisa dinilai berhasil, “kegiatan program PKM tajhiz mayit ini dikategorikan berhasil. Keberhasilan tersebut terlihat dari lancarnya pelaksanaan program, besarnya partisipasi warga mitra PKM, tinggi dan antusiasnya warga mengikuti kegiatan program PKM, serta meningkatnya pengetahuan dan keterampilan peserta pelatihan dalam hal tata cara pengurusan jenazah,” papar Mawardi.

Mawardi mengungkapkan secara kuantitas peningkatan pengetahuan tersebut terlihat dari hasil perbandingan test awal dengan test akhir yang dilakukan pihaknya kepada peserta pelatihan. “Ada peningkatan pengetahuan dari test awal yang kami lakukan dengan test akhir setelah pelatihan,” ungkap Mawardi.

Selanjutnya menurut Mawardi, keberhasilan program PKM ini terlihat dari bersarnya partisipasi dan animo masyarakat mitra sasaran, di samping juga terindikasi dari keberlanjutan kegiatan melalui pendampingan oleh para peserta pelatihan.

“Saat ini, sebagian besar peserta pelatihan selalu aktif mengadakan pengajian dan pembekalan bidang tajhiz mayit khususnya bagi warga masyarakat di kedua mitra sasaran,” pungkas Mawardi. [Hamdani]

Publisher : Hamdani