Dikalahkan ITB, Tim Robot PNL Gagal Melenggang ke Perempat Final KRI 2018 - JuangNews

Dikalahkan ITB, Tim Robot PNL Gagal Melenggang ke Perempat Final KRI 2018

Lhokseumawe – Tim KRAI Polirobocom_01 Politeknik Negeri Lhokseumawe (PNL) akhirnya gagal melaju ke babak perempat final, setelah dalam pertandingan babak perdelapan final KRI tingkat Nasional 2018 dikalahkan tim kuat DAGONFLY dari Institut Teknologi Bandung (ITB). Informasi ini diterima juangnews.com dari salah seorang dosen pembina Tim Robot PNL Bakhtiar, ST.,MT pada Minggu, (15/7/2018).

“Dalam pertandingan tersebut, Tim DAGONFLY berhasil mendapat “Rong Bay” dengan waktu 2 menit 3 detik. Rong Bay merupakan lemparan bola dari robot otomatis yang melewati lingkaran dan masuk dalam cawan. Kekalahan tersebut menjadi akhir perjuangan tim Polirobocom_01 PNL dalam Kontes Robot Indonesia tahun 2018,” kata Bakhtiar.

Bakhtiar mengatakan, KRAI 2018 dimenangkan oleh tim RIVER dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya setelah dalam pertandingan final mengalahkan tim BARELANG_5.8 dari Politeknik Negeri Batam yang berlangsung pada Kamis, 13 Juli 2018 lalu.

“Kontes Robot ABU Indonesia (KRAI) tahun 2018 sendiri mengambil tema “melempar bola berkah” yang disesuaikan dengan tema tingkat internasional yang akan diselenggarakan pada bulan Agustus di Ninh-Binh, Vietnam. Sebelumnya pada tingkat regional I Sumatera tim Polirobocom_01 berhasil mendapatkan juara harapan,” ungkap Bakhtiar.

Tim yang diketuai oleh Fadhil dengan anggota Khairul Yasir, Muammar dan mekanik Muhammad Safwan dan didampingi Bakhtiar sebagai dosen pembina memulai pertandingan dengan mengatur sensor robot otomatis agar dapat mendeteksi garis putih dan lapangan yang berwarna hijau dengan baik. Robot manual bertugas memberikan bola pada robot otomatis yang selanjutnya akan menuju ke titik yang ditentukan untuk melakukan lemparan.

“Ketika robot manual tim Polirobocom_01 PNL sedang mengatur pemberian bola pada robot otomatis, tim DAGONFLY langsung menuju titik lemparan akhir dan berhasil melakukan rong bay, sehingga pertandingan langsung berhenti dan DAGONFLY dinyatakan sebagai pemenang,” ulas Bakhtiar menceritakan kondisi kompetisi robot itu.

Bakhtiar selaku dosen pembina tim Polirobocom_01 mengatakan, kekalahan ini lebih disebabkan oleh pembacaan sensor garis yang terganggu oleh pantulan cahaya lampu yang terlalu terang.

“Kenapa robot tim lain tidak terganggu, yaitu karena mereka menggunakan metode lain untuk menuju titik pelemparan, yaitu dengan memasang sensor PING dan kombinasi rotari encoder yang berfungsi untuk menghitung jumlah putaran roda sampai pada titik pelemparan,” papar Bakhtiar.

Selain itu menurut Bakhtiar, kematangan dan pengalaman bertanding yang sudah lama membuat tim-tim kuat sudah paham betul dengan trik dalam menyiasati kondisi lapangan dan pencahayaan.

“Keberhasilan menembus tingkat nasional tahun ini merupakan yang pertama kali sejak tim robot Politeknik Negeri Lhokseumawe mengikuti kontes robot Indonesia tahun 2006,” pungkas Bakhtiar.

Sementara itu, ketua Tim pembina robotika PNL Salahuddin, SST., MT pada media ini mengatakan, perjuangan dan semangat mahasiswa dalam kontes ini patut diapresiasi walaupun harus berhadapan dengan tim kuat seperti dari Universitas Indonesia dan Universitas Negeri Surabaya.

“Dengan pencapaian ini menunjukkan bahwa mahasiswa Politeknik Negeri Lhokseumawe mampu bersaing di tingkat nasional,” tandasnya, seraya mengucapkan terima kasih kepada pimpinan PNL yang telah memberikan dukungan moril maupun materiil sehingga tim Polirobocom_01 dapat berpartisipasi di tingkat nasional. [Hamdani]

Publisher : Hamdani