Dana di 18 Desa Tidak Cair, Ansor Kaltim Tawarkan Solusi - JuangNews

Dana di 18 Desa Tidak Cair, Ansor Kaltim Tawarkan Solusi

Samarinda – Adanya 18 desa di Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) yang tidak dapat menggunakan dana desa tahun anggaran 2016 dinilai dapat menghambat program pembangunan desa. Mengingat pemerintah pusat pada tahun anggaran 2017 menambah alokasi dana desa mencapai Rp60 triliun.

Terkait hal itu kepala desa di Kaltim diminta mengoptimalkan kerjasama dengan pendamping desa.

“Kementerian Desa dan PDTT  telah merekrut 200 lebih pendamping desa untuk Kaltim. Sebaiknya kepala desa dan pendamping desa dapat bekerjasama secara maksimal,” kata Sekretaris Wilayah GP Ansor Kaltim, Herman A Hasan dalam keterangan tertulisnya yang diterima juangnews.com, Rabu, (11/1/2017).

Dana desa di 18 desa di Kaltim yang tidak dapat digunakan tersebut, lanjutnya berakibat pada tertundanya sejumlah program infrastruktur desa.

“Kita berharap tidak terjadi kembali dan segera ada solusi. Agar 2017 ini semua desa di Kaltim segera menikmati pembangunan,” jelasnya.

Dengan begitu guna mewujudkan desa mandiri, kata dia, Ansor Kaltim berkomitmen melalui anggotanya yang tersebar di 10 kabupaten dan kota siap memberikan saran dan masukan maupun tenaga kepada Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa Kaltim maupun masyarakat perdesaan.

“Anggota dan pengurus Ansor semua tersebar di kabupaten maupun desa. Jadi tentu kami siap membantu menyukseskan program pemerintah untuk terwujudnya desa mandiri, karena desa rumah Ansor,” pungkasnya.

Dari laporan Konsultan Pendamping Wilayah (KPW) Provinsi Kaltim, 18 desa yang tidak dapat menggunakan dana desa pada tahun 2016 yakni untuk Kabupaten Paser terdiri Desa Tanjung Aru senilai Rp651 juta, Desa Random Rp615,41 juta, Desa Pasir Belengkong senilai Rp612,24 juta, Desa Laburan Rp659 juta, Desa Tepian Batang Rp643,24 juta, Desa Tanah Periuk Rp643,55 juta, Desa Sandeley Rp596,66 juta, Desa Muara Adang  Rp624 juta, Desa Binangon Rp598,4 juta, Desa Muser Rp605 juta, dan Desa Muara Andeh Rp599,6 juta. Kemudian Kabupaten Berau terdapat di Desa Teluk Alulu dengan dana Desa Rp617 juta, dan Desa Balikukup Rp652 juta. Kemudian di Kabupaten Kutai Barat ada Desa Bermai senilai Rp604,44 juta, dan Desa Dasaq Rp658,4 juta. Berikutnya di Kabupaten Kutai Timur ada Desa Long Wehea senilai Rp631 juta, dan Desa Singo Geweh di Kecamatan Rp816 juta.

Kepala KPW Kaltim, Alwani sebelumnya mengungkap penyebab tidak tergunakan dana desa tahun 2016, akibat belum maksimalnya wewenang pendamping dalam fungsi pengawasan dan penggunaan dana. Ditambah tidak adanya pengawasan melekat seperti audit dana desa dari kecamatan dan kabupaten. Alwani juga mengatakan belum adanya laporan penggunaan dana sebelumnya dari desa juga menjadi penyebab. [Hery Kuswoyo]

Editor & Publisher : Hamdani